Nasihat dari seorang Imam …

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan teman

Berlelah-lelahlah,manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak kerena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih,jika tidak,akan keruh menggenang

Singa jika tidak tinggalkan sarang tak akan mendapat mangsa

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari dan orbitnya tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan melihat

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

kayu gahuru tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

“Imam Syafi’i Rahimahullah”

Tawaeli-Toboli

Jalan Tawaeli-Toboli

100_6222

Tugu Wentira

Jalan ini merupakan Jalan Nasional menghubungkan Kecamatan Tawaeli di Barat dengan Kecamatan Toboli di Timur, Palu, Sulawesi Tengah. Jalan ini begitu strategis sebagai jalur tempuh kota-kota di Sulawesi. Panjang jalannya 40 km, meliuk-liuk tajam tikungannya, membelah batuan metamorf dengan berbagai jenis nama juga membelah endapan Molassa.

DSC03096

Foto Bersama di Tanjung Karang

Banyak cerita yang tersimpan di jalan tersebut dari penembakan Daengkoro Santoso, Kota Gaib Wentira, hingga konon Presiden Jokowi yang mabuk saat perjalanan pulang dari Sail Tomini 2015 silam. Bukan itu saja, pada saat kami berobservasi ria dengan lereng sepanjang jalan, banyak terjadi kecelakaan dari truk yang menabrak dinding lereng, juga ada yang masuk jurang yang terjal di bawah tepi jalan, serta longsoran-longsoran live yang kami saksikan, menghambat lalu lintas. Longsoran tersebut sebagai respon mencari keseimbangan.

100_6608

Observasi lereng

100_6272

Kondisi lereng di atas badan jalan

Setiap pagi kami memiliki target, untuk mengobservasi lereng sepanjang 700 m, nyatanya  ada yang melebihi ekspektasi. Berat dalam pikiran, ketika dikerjakan bersama, semua itu tak terasa. Tantangan yang berat, saat matahari membakar kulit kami yang berbarengan dengan identifikasi scanline. Bukan hanya karena panasnya yang menyengat, tapi bisa membuat kami berteduh untuk beberapa waktu. Hujan tidak terlalu sering turun. Sekali nya turun, merupakan hujan yang besar dan memicu ketidakseimbangan kupasan lereng, bongkah-bongkah batuan sempat jatuh di depan angkot yang kami naiki saat akan pulang.

DSC01506

Ceritanya lagi ekskursi

100_6353

Pekerjaan kerukan di KM42

Tak banyak yang kami dapat dari Kota Gaib Wentira karena alhamdulillah dari kami tidak ada yang mengalami masalah. Menurut penuturan hampir semua warga di sana, memang benar adanya bahwa Wentira adalah sebuah negeri dengan  kemegahan dan kekayaan yang luar biasa, melebihi negara maju di dunia saat ini. Banyak cerita, warga yang sempat menghilang di Wentira pada KM42 Jalan Tawaeli-Toboli kemudian muncul dari pintu Negeri Wentira di kota lain. Masih banyak cerita mistis lainnya.

Untitled

Kondisi lereng dilihat dari mata Drone

100_6338

Lereng yang tersusun oleh sekis

 

Banyak pengalaman yang kami peroleh pada survey longsoran kemarin, tentang bagaimana bekerjasama sebagai tim demi mengejar target bersama. Juga bagaimana berinteraksi dengan masyarakat yang kemudian mengajari kami bahwa interaksi sosial itu perlu dan dari sana lah jiwa saling tolong menolong muncul.

12507133_10205859992479215_6324683951992547570_n

Makan Bersama Tim

Bogor, 17 Januari 2016

Special thanks untuk seluruh Tim EngGeoL ITB

Bu Nani dan keluarga, Pak Razak, dan Pak Rijal atas seluruh bantuan dan jamuannya yang sangat baik.

1916741_1237101239640104_4377874241682019560_n

Aksi Pendekar di Tanjung Karang

DSC03142

Nyemplung di Tanjung Karang

100_6293

Hamparan luas Teluk Tomini

100_6320

Menatap cerahnya langit biru di Tomini

DSC01531

Mutiara Khatulistiwa

 

Hidrogeologi #Transportasi Massa Air Tanah

Suatu landfill mengalami kebocoran, sehingga sulfat (S042-) dengan konsentrasi 500 mg/l pada landfill tersebut mencemari suatu akifer dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Konduktivitas hidrolik (K) = 3 x 10-5 m/dt
  • Gradien hidrolik (dh/dx) = 0,002
  • Porositas efektif (neff) = 0,20
  • Koefisien dispersi hidrodinamik dalam arah x (Dx) = 2,5 x 10-7 m2/det

Hitung konsentrasi sulfat setelah 1, 6, dan 12 bulan pada jarak masing masing 10, 50, dan 100 m dari landfill tersebut. Anggap aliran satu dimensi dan suplai kontaminan kontinyu.

 Jawab :

Untuk menentukan kecepatan rata-rata aliran fluida dihitung dengan membagi nilai kecepatan linear dengan porositas efektif.

ca

Dengan memasukkan nilai-nilai yang ada pada soal, diperoleh:

cc

Konsentrasi kontaminan untuk arah x pada waktu (t) dan jarak (x) tertentu dihitung dengan persamaan Ogata (1970) berikut ini:

cd

Konsentrasi kontaminan sulfat setelah t = 1 bulan = 30 hari x 24 jam = 720 jam x 3600 detik = 0,2592 x 107 detik

  • Pada jarak 50 meter dari landfill (x = 50 m)

ce

  • Pada jarak 10 meter dari landfill (x = 10 m)

cf

  • Pada jarak 100 meter dari landfill (x = 100 m)

cg

Konsentrasi kontaminan setelah t = 6 bulan = 180 hari x 24 jam = 4320 jam x 3600 detik = 1,55 x 107 detik

  • Pada jarak 10 meter dari landfill (x = 10 m)

ch

  • Pada jarak 50 meter dari landfill (x = 50 m)

ci

  • Pada jarak 100 meter dari landfill (x = 100 m)

cj

Konsentrasi kontaminan setelah t = 12 bulan = 12 x 30 hari = 360 hari x 24 jam = 8640 jam x 3600 detik = 3,11 x 107 detik

  • Pada jarak 10 meter dari landfill (x = 10 m)

ck

  • Pada jarak 50 meter dari landfill (x = 50 m)

cl

  • Pada jarak 100 meter dari landfill (x = 100 m)

cm

Konsentrasi kontaminan sulfat setelah 1, 6, dan 12 bulan pada jarak 10, 50, dan 100 m dirangkum dalam tabel dan gambar berikut:

 Tabel konsentrasi sulfat – waktu – jarak.

cn

co

Grafik konsentrasi sulfat – waktu – jarak.

 Berdasarkan perhitungan konsentrasi melalui persamaan Ogata (1970), tabel, dan grafik di atas terhadap kasus soal yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Konsentrasi sulfat di area landfill menunjukkan peningkatan yang besar setelah 1, 6, hingga 12 bulan pada jarak 10 m dengan konsentrasi masing-masing 2,53221 x 10-13; 19,82427052; dan 254,949498 mg/l.
  2. Konsentrasi sulfat setelah 1, 6, hingga 12 bulan pada jarak 50 m dan 100 m tidak menunjukkan peningkatan yang berarti, bahkan dapat dikatakan peningkatannya nol karena nilai konsentrasi pada 1 bulan 0 mg/l dan 6, 12 bulan sangat kecil atau mendekati 0 mg/l.
  3. Sulfat mengkontaminasi akifer secara berarti pada jarak 10 m dari kebocoran landfill. Nilai konsentrasi kontaminan sulfat secara drastis meningkat setelah 6 bulan menuju 12 bulan.

Referensi:

Delleur, J.W. (1999): The handbook of groundwater engineering. School of Civil Engineering Purdue University, West Lafayette, Indiana.

Freeze, R. A. & Cherry, J. A. (1979): Groundwater, Englandwood clift, Prentice Hall.

Hidrogeologi #Transportasi Panas

Diketahui:

Batupasir dengan dominasi kuarsa jenuh air, porositas (n = 10% = 0,1)

Konduktivitas termal kuarsa (λs(kuarsa)) = 2 cal/m sec oc

Konduktivitas termal air segar/freshwaterf(air segar)) = 0,11 cal/m sec oc

Konduktivitas termal air asin (λf(air asin)) = 0,14 cal/m sec oc

Ditanyakan :

  • Konduktivitas termal (λx) batupasir?

Jawab:

Freshwater

ba

Air asin

bb

Diketahui :

Batupasir dengan dominasi kuarsa jenuh air, porositas (n = 20% = 0,2)

Konduktivitas termal kuarsa (λs(kuarsa)) = 2 cal/m sec oc

Konduktivitas termal air segar/freshwaterf(air segar)) = 0,11 cal/m sec oc

Konduktivitas termal air asin (λf(air asin)) = 0,14 cal/m sec oc

Ditanyakan:

Konduktivitas termal (λx) batupasir?

Konduktivitas termal (λx) batupasir jika batupasir kering à λf(udara) = 0,006 cal/m sec oc, porositas (n= 10% = 0,1)

Jawab:

Konduktivitas termal (λx) batupasir

  • Freshwater

bc

  • Air asin

bd

Konduktivitas termal (λx) batupasir jika batupasir kering

λf(udara)     = 0,006 cal/m sec oc dan n = 0,1

be

Diketahui:

Koefisin ekspansi termal (αT)                      = 2 x 10-4/°C

Densitas fluida (ρ)                                              = 0,95 gr/cm3

Percepatan gravitasi (g)                                  = 980 cm/s2                   

Permeabilitas (k)                                                 = 1 darcy = 9,87 x 10-9 cm2

Ketebalan akifer (y)                                           = 1000 kaki = 30480 cm

Kapasitas panas spesifik fluida (C)            = 1 cal/cmC

Viskositas fluida (μ)                                            = 6 x 10-3 gr/cm.s

Konduktivitas termal (λ)                                  = 4 x 10-3 cal/cm.sec °C

Ditanya:

Nilai minimum perbedaan temperatur (ΔT)?

Jawab:

Untuk medium poros dengan kondisi di antara dua batas impermeabel dan isotermal, digunakan Rayleigh Number:

bf

Aliran konveksi pada akifer terjadi dengan asumsi salinitas konstan dan fluida inkompresibel. Konveksi bebas (free convection) terjadi jika Rayleigh Number (Ra) melewati nilai kritis (Rac) = 1708.

bg

Maka minimal nilai perbedaan temperatur pada akifer agar terjadi perpindahan panas secara free convection adalah 770,237 °C.

Referensi:

Hutasoit, L., 2015, Slide Kuliah 11: Transportasi Panas pada Airtanah, Tidak Diterbitkan, ITB, Bandung, Indonesia.

http://wikipedia.com/rayleigh-bernard diakses 25 November 2015 pukul 13.10 WIB.

http://en.wikipedia.com/wiki/Saline-water diakses 25 November 2015 pukul 13.10 WIB.

 

Hidrogeologi #Pengukuran Konduktivitas Hidraulik

Sebuah akifer yang melampar luas (tidak terbatas), horizontal, tertekan, homogen, dan isotrop memiliki ketebalan 30 m. Terdapat sumur pompa yang menembus seluruh akifer dan dapat memompa dengan kecepatan 0,1 m3/detik selama 1 hari. Penurunan (drawdown) muka airtanah diamati pada sumur pantau berjarak 90 m dari sumur pompa.

Tentukan nilai transmisivitas dan storativitas dengan menggunakan:
a. Metode Theis (log-log matching)
b. Metode Jacob (plot semilog)

Tabel drawdown (h0-h) terhadap waktu pemompaan (menit)

a

Jawab:
Diketahui : b = 30 m, Q = 0,1 m3/s, r = 90 m

a. Dengan Metode Theis
Langkah – langkah:
• Plot fungsi W (u) versus 1/u pada kertas log – log dengan W (u) pada sumbu–y dan 1/u pada sumbu-x.
• Plot harga drawdown (h0-h) versus t pada kertas log – log (h0-h pada sumbu–y dan t pada sumbu-x) dengan skala yang sama dengan kurva fungsi W (u) versus 1/u.
• Lakukan penyamaan kurva (matching curve) drawdown (h0-h) versus t dengan kurva fungsi W (u) versus 1/u.
• Pilih match point dan dapat kan harga W (u), 1/u, (h0-h), dan t.
• Hitung nilai Transmisivitas dan Storativitas dengan menggunakan rumus:

aa

Hasil pengeplotan dan matching curve dapat dilihat pada gambar berikut:
b
Pada match point : W (u) = 1; 1/u = 1 (u = 1); h0-h = 0,14 m; t = 0,2 menit (12 s).

b. Dengan Metode Jacob
Langkah – langkah ;
• Plot harga drawdown (h0-h) versus t pada semilog, dengan t pada sumbu-x (skala logaritma) dan h0-h pada sumbu-y (skala linier).
• Cari nilai ∆h untuk satu siklus log t dan t0 pada perpotongan grafik t vs. h0-h pada sumbu-x.
• Hitung nilai Transmisivitas dan Storativitas dengan menggunakan rumus:
ab

Hasil pengeplotan harga drawdown (h0-h) versus t dapat dilihat pada gambar berikut:
c
Dari grafik di atas, maka nilai ∆h = 0,33 m dan nilai t0 = 0,45 menit (27 s).

Berdasarkan dua metode yang dilakukan, nilai transmisivitas dan storativitas yang diperoleh tidak jauh berbeda satu sama lain.

Sebuah constant-head permeameter memiliki sampel berupa pasir sedang dengan panjang 20 cm dan luas permukaan 25 cm2. Berapakah konduktivitas hidraulik jika diketahui nilai head sebesar 6 cm dan banyaknya air yang keluar selama 15 menit adalah 100 mL ?

Diketahui:

L = 20 cm
A = 25 cm2
H = 6 cm
Q = 100 ml/15 menit = 6,67 ml/menit
= 0,11 ml/detik = 0,11 x 10-3 l/detik = 0,11 cm3/detik

Ditanyakan: Konduktivitas hidraulik (K)?

Jawab:

K = QL/AH = (0,11 . 20)/(25 . 6) = 0,015 cm/detik = 1,5 x 10-4 m/detik

Sebuah falling-head permeameter dengan pasir halus lanauan memiliki diameter tabung falling-head sebesar 2,5 cm, diameter sampel sebesar 12 cm, dan panjang sebesar 20 cm. Tentukan konduktivitas hidraulik jika diketahui initial head sebesar 5 cm dan head mengalami penurunan sebesar 4 cm selama 545 menit?

Diketahui:

da = 2,5 cm
D = 12 cm
L = 20 cm
H0 = 5 cm
H1 = 4 cm
t = 545 menit = 32700 detik

Asampel = identik dengan luas tabung
= 2 (3,14 x 62 ) + (20 x {3,14 x 12}) = 979,68 cm2
a = 2 (3,14 x 1,252) + (5 x {3,14 x 2,5}) = 9,8125 + 39,25 = 49,0625 cm2

Jawab:

K = aL/At ln (H0/H1)
K = (49,0625 .20)/(979,68 .32700) ln (5/4)
= 3,063 x 10-5 x 0,223
= 6,831 x 10-6 cm/detik = 6,831 x 10-8 m/detik

Jadi nilai konduktivitas hidraulik adalah sebesar 6,831 x 10-8 m/detik.

Soal step drawdown test
d
e

f

Dari grafik 2 diperoleh nilai B = 294,5 (gradien) dan C = 1548,8 (perpotongan garis dengan sumbu y).
g

 

Referensi:

Domenico, P. A., dan Schwartz, F.W. (1990): Physical and Chemical Hydrogeology, John Wiley & Sons, New York.

Freeze, R. A., dan Cherry, J. A. (1979): Groundwater, Prentice – Hall Inc., New Jersey.

Hutasoit, L., M. (2015): Slide Kuliah 12 dan 13: Pengukuran konduktivitas hidraulik dan uji pompa, Tidak Diterbitkan, ITB, Bandung, Indonesia.

Todd, K. D. & Ways, L. M. (2005): Groundwater Hydrology; third edition, John Wiley and Sons, inc., New York, USA.

Hidrogeologi #Overpressure

Buktikan konversi dari 9800 Pa/m = 0,433 psi/ft

1 Pa = 1,45 x 10-4 psi
1 m = 3,281 ft
9800 Pa/m = (9800 Pa)/m x (1,45 x 10-4 psi)/Pa x m/(3,281 ft)
= (14210 x 10-4 psi)/(3,281 ft)
= 0,433 psi/ft

Nilai 0,433 psi/ft merupakan gradien dari normal hydrostatic pressure yang ditunjukkan melalui garis biru pada gambar di bawah ini.

m

 

Hubungan antara overpressure (p) dengan hydraulic head (h)

Overpressure terjadi akibat adanya pressure head (ψ). Kenaikan pressure per perubahan pressure head sama dengan densitas dikali gravitasi.

dp/dψ= ρ g –> dp = ρ g dψ
h = z + ψ

n

Dalam kondisi overpressure di atas, z bernilai (-), maka:

h = -z + ψ –> ψ = h + z
dp = ρ g dψ –> dp = ρ g d (h + z)

Berdasarkan kondisi overpressure pada gambar di atas, untuk kenaikan h (dh) menyebabkan kenaikan ψ (dψ), sedangkan z tetap, sehingga diperoleh:

dp = ρ g dh

Dengan demikian, hubungan antara overpressure dengan hydraulic head adalah sebanding.