Jalan Cinta Para Pejuang

di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,
menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

“Salim A. Fillah”

Smoothing Grafik di Origin

Pas TA, saya harus melakukan analisis semikuantitatif terhadap mineral lempung untuk studi khusus saya. Karena butiran batulempung sangat halus, untuk identifikasi jenis mineralnya digunakan Analisis XRD. Biasanya kita hanya dikasih gambar hasil grafik dan data excelnya saja. Untuk menghitung semikuantitatifnya saya gunakan software Origin. Tampilan grafiknya masih kasar biasanya, perlu di smoothing terlebih dahulu agar jelas peak dari grafik yang merupakan puncak intensitas mineral yang terbaca.

Untitled1

Untitled2

Untitled3

Untitled4

Untitled5

Untitled6

Untitled7

Untitled8

Untuk yang mau download software-nya bisa di sini:

https://drive.google.com/file/d/0BzbYSuWPpALhUXlUYk53RFBCLXM/view

(Tunggu postingan selanjutnya untuk cara analisis semikuantitatif mineral lempung)/

Palu

Palu adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia merupakan kota yang terletak di Sulawesi Tengah. Berbatasan dengan Kabupaten Donggala di sebelah barat, dan abupaten Sigi-Biromaru di sebelah selatan dan utara, Kabupaten Parigi-Moutong di sebelah timur dan Selat Makassar di sebelah barat dan utara. Kota Palu merupakan kota lima dimensi yang terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk. Koordinatnya adalah 0,35 – 1,20 LU dan 120 – 122,90 BT. Kota Palu dilewati oleh garis Khatulistiwa. Penduduk Kota Palu berjumlah 342.754 jiwa (2012) (Wikipedia).

Saya berdiri di Bandara SIS Al-Jufri Palu. Sepanjang bentangan di luar bandara, gunung-gunung dengan kokoh menghampar di tengah cuaca yang akan cerah siang harinya. Batuan penyusun gunung-gunung di sini didominasi batuan metamorf sekis dan genes. Kegiatan saya selama enam hari terakhir adalah mendeskripsi batuan dari beberapa bore hole sepanjang jalan Tawaeli-Toboli. Banyak longsoran juga yang perlu dideskripsi litologi di bawahnya.

Batuan metamorf dibandingkan jenis batuan lain seperti sedimen dan beku, memiliki kekerasan yang lebih besar karena proses metamorfisme yang bekerja terhadap batuannya. Dia bisa mengalami proses penambahan tekanan atau suhu dengan tidak merubah komponen kimianya dan berlangsung dalam fasa padat. Di Palu, batuan metamorf ini sudah mengalami banyak rekahan, sehingga jika dikupas untuk pembuatan jalan bisa berbahaya karena memengaruhi kestabilan lerengnya.

Di sana juga ada legendara Mintira, sebuah kota gaib menurut penuturan masyarakat. Entah benar tidaknya, bukan soal. Cerita tersebut sangat terkenal di kalangan warga di sana, pernah ada yang masuk dan melakukan berbagai kegiatan, ada juga yang diberi uang, dan ada juga yang sempat ketemu dengan penguasanya.

Selain itu, kemarin-kemarin ramai di media, berita tentang Daengkoro Santoso, seseorang yang dicari sebagai teroris. Sempat baku tembak. Santoso beserta kelompoknya disinyalir tinggal di sepanjang hutan antara Palu dan Poso dan melakukan kegiatan pelatihan berminggu-minggu di sana.

Ada banyak cerita selama saya di Palu, secara umum masyarakat di sana baik dengan logat khas sana ketika berbicara. Tak lupa kami juga pergi ke Pasar Akik untuk membeli beberapa cinderamata khas Palu. Di antaranya ada Candel, akik yang warnanya hitam, kalau disenter transparan dengan memperlihatkan warna hijau, ada juga Badar Besi yang punya kandungan magnet, dan Daging Gorontalo berwarna merah daging yang sifat transparannya bagus.

Palu, 20-25 Juni 2015

Asrama Pelopor Jawa Barat 2015

Ketika saya masuk ITB, saya sempat mengecap suasana asrama. Waktu itu, saya tinggal di Rumah Visi Salman ITB. Pada saat TPB, asrama ini sangat membantu tahun awal saya kuliah di Bandung. Saya tinggal dengan teman-teman yang juga mendapat beasiswa dari Pemprov Jabar. Saat ada tugas-tugas kuliah, kita sering ngerjain bareng, masak-masak bareng, piket, dan banyak hal lainnya. Selain itu juga, malamnya sering ada tutorial mata pelajaran Mafiki dari kakak-kakak kelas untuk membantu kami yang akan ujian besoknya. Ujian di ITB berat-berat gampang, kalo ga belajar ya bakal jelek hasilnya.
Di Bandung, banyak sekali asrama untuk mahasiswa baru maupun yang lagi on going. Kebanyakan asrama memiliki sistem pembinaan yang jelas sesuai visi misi asrama. Mereka merancang program secara terukur untuk para penghuni asrama. Sebut saja, ada Asrama Salman ITB, Asrama PPSDMS, Asrama DT, Asrama ITB untuk Bidikmisi, dan asrama-asrama Paguyuban.

Aher1
Alumni Beasiswa Pelopor, foto bersama Bapak Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat.

Tahun ini juga, Alumni Beasiswa Pelopor Jawa Barat membuka Asrama Pelopor Jawa Barat 2015. Asrama ini dikhususkan untuk mahasiswa yang berasal dari Jawa Barat dan sedang berkuliah di kampus yang ada di Bandung.
Ini rinciannya :)

||🏡 Asrama Pelopor ||
________________________
“Satu Wadah Akselerator Menuju Terbentuknya Kader Daerah yang Empatik, Progresif dan Atraktif”
________________________
🎋Asrama Pelopor adalah sebuah wadah pengembangan kecerdasan kader dari segi intelektual, spiritual maupun emosional yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan mahasiswi asal Jawa Barat. Rekruitmen Asrama Pelopor diselenggarakan sebagai upaya penjaringan kader yang memiliki motivasi dan keinginan kuat untuk mengakselerasi diri dalam membentuk karakter empatik, progresif dan atraktif terhadap daerah asal masing-masing.

Fasilitas :
✅ Tempat tinggal (sekitar kampus ITB)
✅ Pembinaan
✅ Kesempatan memperluas relasi

👦👧 Kriteria Pendaftar :
✅ Mahasiswa/mahasiswi Asal Jawa Barat dan Kuliah di perguruan tinggi di Bandung Raya
✅ IPK >= 2,75
✅ Angkatan 2013-2014
✅ Berkomitmen mengikuti program asrama
✅ Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti program asrama

📑 Syarat Berkas Pendaftaran
Scan KTP
Scan KTM
✅ CV (dapat didownload di bit.ly/FormAsramaPelopor)
✅ Transkrip nilai kumulatif
✅ Scan Kartu Keluarga
✅ Essay dengan ketentuan
Tema : “Aku dan Jawa Barat”
Font : Arial size 12
Spasi : 1,5
Panjang tulisan : 500-1000 kata
Format : PDF

📝 Semua syarat berkas pendaftaran disatukan dalam format Zip (Nama file pakai Nama pendaftar), lalu dikirim maksimal 30 Juni 2015 via email agisnurholis@yahoo.com

⏩ Rincian Tahapan Seleksi
30 Juni 2015 : Batas pengumpulan berkas pendaftaran
1 Juli 2015 : Pengumuman hasil seleksi berkas dan jadwal wawancara
4-5 Juli 2015 : Pelaksanaan wawancara & tes kepribadian
9 Juli 2015 : Pengumuman peserta lolos seleksi Asrama Pelopor

📱Kontak Personal:
085720111753 (Agis)
087823373399 (Asih)

”Asrama

*Silakan di-share, siapa tahu ada orang terdekat yang lagi butuh asrama :)

Georeferensi dengan Metode Add Control Point

Selain menggunakan Global Mapper, kita juga bisa memanfaatkan ArcGIS untuk melakukan georeferencing. Salahsatu metodenya yaitu Add Control Point. Sebelumnya, perhatikan koordinat peta mentah kita berkoordinat UTM atau GCS.

Berikut langkah-langkah georeferencing dengan Add Control Point:

Buka ArcMap, salahsatu bagian dari ArcGIS yang sudah diinstal.

Munculkan Tool Georeferencing pada toolbar. Klik Menu Customize > Toolbars > Georeferencing (atau klik kanan pada Toolbar di area kosong > Georeferencing).
Gambar1

 

Tambahkan peta yang akan di-georeferencing. Gunakan toolbar Add Data. Zoom peta untuk memeriksa koordinat yang tertera.

Gambar2

 

Gambar3

 

Perhatikan sidebar di kanan bawah, terlihat bahwa saat kita menggerak-gerakan mouse, sistem koordinat belum sesuai.

Gambar4

 

Peta yang dibuka menggunakan sistem koordinat Geographic Coordinate System (GCS) sehingga perlu diubah sistem koordinat yang ada di lembar kerja ArcMap. Klik Menu View > Data Frame Properties.

Gambar5

 

Setelah muncul kotak dialognya, klik Tab Coordinate System, pilih Predefined > Geographic Coordiate System > World > WGS 1984 > Ok.

Gambar6

 

Sekarang kita akan memulai georeferencing. Pertama-tama, tentukan dulu titik-titik yang dijadikan control point. Pilih 4 titik yang koordinatnya diketahui (pada tiap ujung peta).

Pada Toolbar Georeferencing klik Tool Add Control Point.

Gambar7

 

Perbesar (zoom) gambar ke arah titik yang dipilih. Makin besar perbesaran, makin baik hasil georeferensi. Klik titik tersebut, lalu klik kanan (bebas di manapun), klik Input X and Y, dan masukkan nilai X dan Y. Ok.

Gambar8

 

Kita juga bisa memperbesar gambar dengan bantuan Magnifier. Klik Menu Window > Magnifier. Geser Tool Magnifier ke arah titik yang ingin diperbesar.

Gambar9

 

Lakukan georeferensi untuk titik kedua dengan langkah yang sama seperti titik yang pertama.

Setelah georeferensi dua titik, peta seolah-olah hilang. Kita cukup me-refresh dengan klik kanan pada layer peta yang sedang di-georeferencing > Zoom To Layer.

Gambar11

 

Lakukan georeferencing untuk titik ke-3 dan ke-4.

Setelah 4 titik selesai, pada Toolbar Georeferencing klik View Link Table untuk melihat hasilnya. Pada tabel ini, kita bisa koreksi nilai X dan Y jika ada yang keliru. Nilai galat yang semakin kecil, semakin baik georeferencing kita.

Gambar12

 

Georeferensi yang kita lakukan sifatnya masih sementara (temporary). Untuk menyimpan hasilnya, pada Toolbar Georeferencing klik Georeferencing > Update Georeferencing.

Gambar13

 

Dengan melakukan Update Georeferencing, kita telah memberikan referensi geografis pada peta kita. Kita bisa periksa file di folder sebelum dan sesudah di-georeferencing. Semula hanya terdiri dari satu file, kini ada file tambahan.

Gambar19

 

Anda bisa export file ke format yang diinginkan. Misal kita akan exsport ke format Tiff, Klik Menu File > Export Map > Pada Save as Type pilih Tiff > Save.

Gambar16

 

Untuk menyimpan file projectnya, klik File > Save (format .mxd).

Gambar16

 

 

Referensi: Training ArcGIS for Starter, Comlabs ITB.

*Diperbolehkan copas ntk hal-hal yang diperlukan, jangan lupa cantumkan sumber :)

Georeferencing (lanjutan)

Setelah sebelumnya, kita tahu cara georeferencing untuk Sistem Koordinat Long Lat, http://www.hujungdestinasi.wordpress.com/2015/05/26/georeferencing/
Kali ini kita bahas untuk Sistem Koordinat UTM.

Gm1

Gm2

Gm3

Rumus Derajat, menit, detik ke desimal :
Derajat + (Menit/60) + (Detik/3600)
Langkah selanjutnya sama seperti georeferencing sebelumnya.

Referensi: Praktikum Sistem Informasi Geologi, Teknik Geologi ITB.