Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

images

Judul                 : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Pengarang       : Tere-Liye

Penerbit           : Republika

Tahun                : 2009

Kota                   : Jakarta

Halaman          : 426

 

 

Novel ini merupakan salahsatu karya penulis novel best seller ‘Hafalan Shalat Delisa’ Tere-Liye. Berkisah tentang seorang tokoh utama bernama Ray yang mendapatkan kesempatan untuk mengetahui jawaban dari lima pertanyaan sepanjang hidupnya.

Ray, pasien yang terbaring di rumah sakit, tiba-tiba kedatangan seseorang dengan wajah menyenangkan. Orang tersebut mengajak Ray untuk melakukan perjalanan mengenang masa lalu.

Ray merupakan korban kebakaran yang tinggal di panti asuhan. Selama enam belas tahun, dia menjalani masa-masa menyebalkan di panti tersebut. Dia mendapat becutan rotan karena sikap perlawanannya terhadap penjaga panti yang sok-suci. Ray memiliki kebiasaan menatap rembulan dalam tampias hujan ketika tidak diperbolehkan masuk ke dalam panti. Dia terus bertanya, mengapa dia harus tinggal di panti sialan tersebut, padahal ada ratusan panti di kota ini? Pertanyaan pertamanya ini dijawab oleh orang berwajah menyenangkan bahwa dalam hidup ini ada hukum sebab-akibat yang mana tindakan seseorang dapat memengaruhi kehidupan orang lain. Diceritakan bahwa Diar, teman Ray ketika di panti menjemput akhir yang bahagia karena sikap baiknya kepada Ray yang pernah melindungi Diar dari kemarahan penjaga panti.

Ray memutuskan untuk meninggalkan panti sialan tersebut setelah mencuri kotak berharga penjaga panti yang berisi dokumen haji. Pada saat itu, dia menemukan potongan koran yang memuat sebuah berita tentang kebakaran dan dia mengambil kertas tersebut. Ray hidup di jalanan, makan semaunya, tidur semaunya dengan kebiasaan mencuri, meminta kepada anak lain, dan berjudi. Suatu ketika Ray menang judi, penjaga toko yang iri padanya mencegat dan melukainya dengan pisau. Ray dilarikan ke rumah sakit di Ibu Kota dengan bantuan dari dana haji penjaga panti yang telah terbuka hatinya.

Setelah sembuh, Ray tinggal di Rumah Singgah. Di sana dia merasa mendapat keluarga. Oude dan Ouda yang kembar dan suka membuat kelucuan, Ilham yang suka melukis, dan Natan yang pandai bernyanyi. Dia ikut sekolah informal dan siangnya ikut mengamen bersama Natan. Dia meneruskan kebiasannya menatap rembulan di genteng Rumah Singgah. Selama hidup di Rumah Singgah, dia menjadi pelindung teman-temannya dari gangguan preman. Suatu ketika Ray terlibat perkelahian dengan preman-preman yang melukai Natan. Dia sudah tidak tahan dengan ceramah yang disampaikan oleh Bang Ape dan kenyataan tentang ketidakadilan Tuhan mengambil kebahagian dari orang-orang baik. Hingga dia memutuskan untuk pergi dari Rumah Singgah. Dia menyewa sebuah kamar di Bantaran Kali dan terus bertanya tentang apakah hidup ini adil? Orang berwajah menyenangkan tersebut menjelaskan bahwa Natan yang patah jarinya dan kehilangan suaranya beberapa tahun kedepan mampu membuat lagu-lagu yang dapat melunakkan hati orang lain. Ilham yang lukisannya pernah dirusak preman, setelah sepuluh tahun berlalu lukisan-lukisannya menjadi begitu bernilai.

Di daerah Bantaran Kali, Ray meneruskan kebiasaannnya memandang rembulan, kali ini di atas tower air. Dia berkenalan dengan Plee, seorang pencuri berlian yang membagikan hasil curiannya kepada orang yang tidak mampu. Ray ikut dalam aksi pencurian berlian seribu karat di Bank Internasional bersama Plee. Aksi mereka tidak berjalan dengan sempurna. Ray mendapat tembakan dari salahsatu polisi setelah menyelamatkan Plee yang melakukan kesalahan teknis dalam pencurian tersebut. Segera setelah itu Plee membawa Ray pergi dan mengobati lukanya di kediaman Bantaran Kali. Tapi, polisi sudah mengempung kediaman Plee dan Ray. Akhirnya Plee menyerahkan diri setelah Ray diamankan di kamar tersembunyi. Ray mengamati perkembangan kasus Plee. Dalam pengakuannya, Plee menceritakan bahwa dia melakukan aksi tersebut sendiri. Setelah enam tahun berlalu, Plee dihukum gantung. Ray ingin melupakan semua masa lalu kelamnya tersebut.

Ray kembali ke Ibu Kota dan bertemu dengan seorang gadis ber’gigi kelinci’. Selama di sana, Ray bekerja sebagai buruh kasar dalam konstruksi bangunan 18 lantai. Memandang kembali rembulan di lantai 18 bangunan tersebut. Karena kecerdasannya Ray menjadi mandor junior dan terus naik menjadi kepala mandor seiring pernikahannya dengan si gadis tersebut. Masa-masa selama delapan tahun bersama isterinya sungguh membahagiakan. Dia dan isterinya tinggal di pesisir kota. Dia meneruskan kebiasaannya menatap rembulan di sekitar pantai bersama isterinya. Ray berkenalan dengan Koh Cheu, isteri Koh Cheu, dan Vin seiring pekerjaannya yang terus berkembang. Ketika isterinya hamil, anak yang dikandungnya meninggal. Pada saat hamil yang kedua kalinya,  isterinya meninggal beserta anak yang dikandungnya. Ray merasa kehilangan dan sedih. Dia terus bertanya mengapa Tuhan selalu memberi penderitaan dan kehilangan kepadanya? Orang berwajah menyenangkan menjawab bahwa kita jangan memandang dari sisi orang yang ditinggalkan tapi dari sisi yang meninggalkan. Sungguh isterinya begitu bahagia jika Ray ridha terhadap dirinya. Isterinya sungguh hidup bahagia di alam sana.

Ray mencoba untuk melupakan masa lalunya yang menyedihkan. Dia mendapat informasi keberadaan berlian yang disembunyikan Plee. Dengan modal berlian tersebut, dia terus meningkatkan imperium bisnisnya. Dia berkenalan dengan Mister Liem untuk membuat proyek bangunan tertinggi di Ibu Kota. Dia juga menanam modal di ladang minyak bersalju. Ray melanjutkan kebiasaan memandang rembulan di ruang kerja di gedung miliknya. Dia sempat mengalami kebangkrutan karena proyek ladang minyak bersalju yang gagal. Beruntung Koh Cheu membantunya. Dia berusaha bangkit lagi. Penderitaan dan kehilangan kembali dialaminya ketika Koh Ceu, Isteri Koh Ceu, dan Vin berturut-turut meninggal karena sakit. Orang berwajah menyenangkan menjelaskan, Koh Cheu adalah orang yang memberikan perintah untuk membakar rumah Ray sehingga dia menjadi yatim-piatu. Ray terus menjalankan imperium bisnisnya dan berhasil menjadi pemilik bisnis menggurita yang pernah ada. Ray merasa setelah memiliki semuanya kenapa dia merasa hampa, kosong? Orang berwajah menyenangkan tersebut menjelaskan ketika kita mengalami kebahagiaan dan memiliki segalanya, saat itulah kita harus melihat ke bawah dan saat kita mengalami penderitaan dan kehilangan saatnya kita melihat ke atas.

Ketika Ray menginjak usia enam puluh tahun, dia mengalami serangkaian sakit. Beruntung, Jo yang setia selalu siaga mengantarnya ke rumah sakit. Ray mengalami penderitaan atas serangkaian sakitnya ini. Dia bertanya, mengapa dia harus mengalami semua sakit ini, kenapa Tuhan tidak langsung mengambil hidupnya? Orang berwajah menyenangkan tersebut menjelaskan ketika Ray akan menjenguk Vin yang sedang sakit, dia membanting setir karena tidak ingin melewati jalan menuju panti sialannya dulu. Saat itu ada mobil di belakangnya yang oleng. Beberapa detik kemudian mobil tersebut menabrak jeruji besi tanpa Ray sadari. Kecelakaan tersebut sungguh tragis, menewaskan sepasang suami isteri. Isteri suami tersebut sedang mengandung, tetapi bayinya yang bernama Rinai dapat diselamatkan. Sungguh malang benar nasib Rinai.

Di akhir pertemuan dengan orang berwajah menyenangkan tersebut, Ray mendapat penjelasan mengapa dia mendapatkan kesempatan hebat untuk mengenang masa lalu. Kebiasaan Ray memandang rembulan. Dia selalu berterimakasih kepada Tuhan. Meski mengutuk, membantah, dan berprasangka buruk kepada Tuhan, tetapi dia selalu jujur. Ray meyakini ada sepotong bagian menyenangkan di luar sana. Orang berwajah menyenangkan menjelaskan bahwa ada janji Tuhan tentang menatap wajah-Nya yang jauh lebih bernilai dari menatap rembulan.

Novel ini tidak terlepas dari kekurangan. Terkesan menggurui dan terdapat beberapa keterangan yang diulang semisal pasien berumur enampuluh tahun. Tetapi, kekurangan tersebut tidak mengurangi nilai novel ini yang sungguh sarat makna dan menyentuh. Alur yang digunakan penulis begitu unik, alur mundur diselingi percakapan Ray dengan orang berwajah menyenangkan yang terjadi saat ini. Bagi Anda yang akan membaca novel ini, sungguh banyak hal-hal yang akan didapatkan tentang makna kehidupan.