Karangsambung

DSC00974Lembah Karangsambung dikelilingi oleh punggungan pegunungan di sisi timur, utara, dan selatan. Terdiri dari batuan yang kurang resisten terhadap pelapukan. Di dalamnya juga masyarakat hidup dengan tenang dan senantiasa dikunjungi banyak mahasiswa yang field trip atau kunjungan setiap tahun. Perjalanan di dataran dan di gunung sekitar sana memberikan banyak wawasan. Bukan sekadar ilmu geologi tetapi bagi sebagian menambah kekaguman akan kuasa Tuhan.

Siang menuju sore itu, kami berseratus lebih berada di puncak Wagir Sambeng. Melepas sejenak lelah mendaki bukit tersebut. Mengeluarkan kamera, menjepret panorama indah yang terbentang di depan mata. Menghirup udara meski itu dilakukan semenjak lama.

Hari itu kami melakukan sketsa geomorfologi. “Hanya yang berhati bersih yang mampu menampilkan keadaan panorama tersebut dengan baik”. Canda Pak Budi. Terdiri dari lembah dan apitan pegunungan hampir di setiap sudut. Luk Ulo mengalir membentuk aliran sungai seperti ular yang menggeliat. “Tidak perlu digambarkan ularnya”. Canda Pak Budi lagi ke salahsatu peserta yang mensketsa Luk Ulo seperti ular. Beberapa orang malu-malu tertawa.

Ada juga Pak Imam yang mau memberikan penambahan nilai bagi yang sketsanya sebagus miliknya. Sayangnya tidak ada yang sebagus Pak Imam. Hanya tiga orang yang ber ‘hati bersih’.

Perjalanan kami terbilang masih cukup panjang. Bukan hanya perjalanan jarak tapi waktu. Tersisa 12 hari saat itu agar kami bisa kembali mencium harum Kota Kembang.