CHALLENGES FOR THE ECONOMY AMID GLOBAL UNCERTAINTIES

Studium Generale ini berlangsung di Galeri CC Timur menghadirkan pejabat-pejabat Citi Bank. Kegiatan ini bertemakan “Challenges For The Economy Amid Global Uncertainties”. Pembicara yang saya ikuti pertama adalah Pak Tigor. Beliau menjelaskan tentang posisi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Saat ini Indonesia merupakan Negara dengan peringkat perekonomian ke-16 dari sekitar 250-an Negara di dunia. Jadi sesungguhnya Indonesia merupakan Negara yang besar. Diprediksi, pada tahun 2050 Indonesia akan masuk dalam 5 besar Negara dengan perekonomian terbesar di dunia.  Dalam jangka waktu terdekat, nampaknya perekonomian dunia akan segera melihat China sebagai Negara terbesar karena Gross Domestic Product nya tinggi, banyaknya perdagangan juga menjadi faktor Negeri Tirai Bambu tersebut menjadi Negara besar mengalahkan Amerika Serikat pada tahun-tahun mendatang.  Berbicara Indonesia, negeri ini memiliki production power yang belum tinggi sehingga jika dibandingkan dengan Negara barat atau Negara seperti Thailand dan Singapura, Indonesia mengkonsumsi ayam hanya 7 kg/tahun. Sebenarnya banyaknya populasi masyarakat Indonesia menjadi potensi untuk tingginya daya jual beli masyarakat. Alokasi dana untuk help care di Indonesa hanya 95 dollar/tahun menunjukkan kesejahteraan yang belum tinggi. Tetapi, Indonesia merupakan eksportir terbesar batubara, yang diekspor sebagian besar ke China dan India. Di Indonesia kredit pinjaman masih 35%, jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang mencapai 200%. Masih banyak kredit pinjaman yang bisa ditambahkan di Indonesia agar siklus perekonomian masyarakat semakin baik. Perbankan dalam hal ini memiliki peran sebagai pemberi pinjaman kepada masyarakat, salahsatunya CitiBank.

Berbicara bank. Bank mendapatkan uang dari deposit individu masyarakt atau kelompok/perusahaan. Masyarakat yang menabung mendapatkan bunga missal sebesar 4%. Bank juga memberikan pinjaman kepada nasabah yang membutuhkan sejumlah uang dengan adanya beban missal 7% ketika pengembalian. Dari hal sederhana ini, bank bias memperoleh keuntungan sebesar 3%. Satu hal lagi, yaitu trading dalam hal menghasilkan uang bagi suatu bank. Global connectivity merupakan sesuatu hal penting. Sehingga CitiBank memiliki cabang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri cabang-cabangnya berada di berbagai kota. Dalam Consultative Approach di CitiBank terdapat tiga hal, yaitu Global Connections, Advanced Technology, dan Human Capital.

Di dalam CitiBank, terdapat struktur organisasi berupa Front Face, merupakan bagian terdepan dalam hal pemasaran seperti sales, kemudian Foundation, dan Work of Magic yang merupakan tulang punggung bank.

CitiBank memiliki aset di dunia senilai 12,4 trilyun dollar dengan link 165 negara. CitiBank merupakan bank yang pertama kali menerbitkan Electronic Banking Solution pada tahun 1980. Pada tahun 1986, CitiBank mengeluarkan ATM pertama di Indonesia dan pada tahun 1989 menciptakan kartu kredit pertama di Indonesia.

Salahsatu pejabat di CitiBank memaparkan jika kita berada di CitiBank kita hanya menjalankan satu bisnis tetapi dengan banyak industri. Sehingga prospek di masa depan cukup menjanjikan, karena sebelumnya kita pernah mengenal berbagai macam industri.

Selanjutnya, materi yang menarik disampaikan oleh Pak Pambudi terkait People Development. Materi ini menjelaskan tentang karakteristik talent yang diperlukan jika akan bekerja di CitiBank. Karakter tersebut adalah apa yang membuat berbeda dengan yang lain, diantaranya, apa passion kita, kita harus memiliki hard work, dan learning maniac. Learning maniac ini artinya kita mau belajar apapun di luar kepropfesian kita untuk mencapai kemauan. Pak Budi yang S2 nya seorang Computer Sains tetapi mampu menjadi bagian pengelolaan SDM di CitiBank.

Kebutuhan SDM yang diperlukan masih banyak. Saat ini hanya ada satu orang Indonesia yang menjadi CEO di CitiBank dunia. Baru ada 162 orang Indonesia yang bekerja di CitiBank luar negeri. Percepatan pertumbuhan ekonomi saat ini tidak dibarengi dengan kecepatan good talent. Satu hal yang menjadi fokus adalah tidak terbiasanya orang Indonesia daam hal berinovasi. Jika orang Indonesia melakukan hal yang di luar hal umum atau kebanyakan, akan dianggap aneh dan dicaci. Untuk menjadi seorang inovator kita harus “kekeh (bahasa sunda)”. Di CitiBank sendiri seseorang yang akan menjadi bagian di dalamnya akan mendapatkan semacam training pengembangan diri berupa: Attract/Culture, Develop, dan Motivate.

Jika akan membuat bisnis, jangan lupa untuk memperhatikan pegawai. Karena pegawailah yang selaku Bagian Pengelolaan SDMmenjadi mesin penggerak bagi bisnis yang dijalani. Di CitiBank, pegawai mendapat perhatian yang besar sehingga kesejahteraannya terjamin. Materi ini ditutup dengan wejangan dari Pak Pambudi untuk mencapai kesuksesan, Anda harus mampu untuk memimpin/leads: lead your business, lead your team, and lead yourself.

Sumber :

Sunarsihanto, P., H., dan Siahaan, T., M., 2013, Challenges for The Economy Amid Global Uncertainties. Citi Coaching Clinic Citi Bank. Studium Generale ITB tanggal 8 September.