Seputar Geologi Lingkungan

  1. The Club of Rome berdiri pada tahun 1968, pendirinya adalah Aurelio Pecci, seorang industriawan Italia. Pada tahun 1972, klub ini menerbitkan buku “The Limits to Growth” yang berpengaruh terhadap permasalahan lingkungan dunia. Buku ini memaparkan hasil riset bahwa sumberdaya alam di bumi ini semakin menipis. Asumsi mereka, hal ini diakibatkan dampak buruk dari pertumbuhan penduduk dunia. Buku ini merepresentasikan beberapa skenario perubahan untuk keberlangsungan global berdasarkan model komputer dinamik sistem untuk mensimulasikan interaksi dari lima subsistem ekonomi global, yaitu: populasi, produksi pangan, produksi industri, polusi, dan konsumsi sumberdaya alam tak terbarukan. Buku ini melihat pandangan seseorang akan adanya batasan untuk tumbuh dan memunculkan tiga pernyataan yang perlu direspons, yaitu: -“Kita telah mendekati batas jumlah manusia yang dapat ditopang oleh bumi.” -“Bumi memiliki banyak sumberdaya alam jika kita mempelajari bagaimana cara mengembangkannya.” -“Bumi bagaikan sebuah kapal angkasa dengan ruangan dan sumber daya yang sangat terbatas.” Ketiga pernyataan tersebut menjelaskan bahwa lingkungan memiliki keterbatasan dalam menampung populasi dan eksploitasi manusia. 
  2. Agenda 21 merujuk kepada satu Rancangan Tindakan Global ke arah pembangunan maju untuk abad ke-21. Agenda ini dihasilkan melalui deklarasi Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil pada tahun 1992 yang dihadiri oleh 178 buah Negara. Konferensi Rio de Janeiro menghasilkan lima dokumen, yaitu: a)      Deklarasi Rio de Janeiro, tentang Lingkungan Hidup dan Pembangunan (The Rio de Janeiro Declaration on Environment and Development)  juga dikenal dengan “Earth Chapter” terdiri atas 27 prinsip yang memacu dan memprakarsai kerja sama internasional, perlunya pembangunan dilanjutkan dengan prinsip perlindungan lingkungan, dan perlu adanya analisis mengenai dampak lingkungan. Deklarasi ini juga mengakui pentingnya peran serta masyarakat yang tidak hanya dikonsultasi mengenai rencana pembangunan, tetapi juga ikut serta dalam pengambilan keputusan, serta aktif dalam proses pelaksanaan dan ikut menikmati hasil pembangunan itu. b) Tujuan pokok  Konvensi ini adalah  “ Stabilisasi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer pada tingkat yang telah mencegah terjadinya intervensi yang membahayakan oleh manusia terhadap sistem iklim, yang mengharuskan pengurangan sumber emisi gas seperti CO2, emisi pabrik, transportasi dan penggunaan energy fosil pada umumnya”. c)  tujuannya, yaitu melestarikan dan mendayagunakan secara berkelanjutan keanekaragaman hayati dan berbagai keuntungan secara adil dan merata dari hasil pemanfaatan sumber genetika melalui akses terhadap sumber genetika tersebut, alih teknologi yang relevan, serta pembiayaan yang cukup dan memadai. d) Dirancang untuk menjaga dan melakukan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya hutan global secara berkelanjutan yang bermakna ekonomi dan keselamatan berbagai jenis biotanya. e) Agenda 21, sebuah rancangan tentang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.
  3. Isu lingkungan yang saat ini sering dibicarakan adalah:

 

Pemanasan Global

Pemanasan global pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas karbondioksida, metana, dinitrooksida, dan CFC sehingga energi matahari tertangkap dalam atmosfer bumi. Dampak bagi lingkungan biogeofisik: pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna, migrasi fauna dan hama penyakit. Dampak bagi aktivitas sosial ekonomi masyarakat: gangguan pada pesisir dan kota pantai, gangguan terhadap prasarana fungsi jalan, pelabuhan dan bandara, gangguan terhadap pemukiman penduduk, gangguan produktifitas pertanian, dan peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.

Penipisan Lapisan Ozon  

Dalam lapisan statosfer pengaruh radiasi ultraviolet, CFC terurai dan membebaskan atom klor (Cl). Klor akan mempercepat penguraian ozon menjadi gas oksigen yang mengakibatkan efek rumah kaca. Beberapa atom lain yang mengandung brom (Br) seperti metal bromide dan halon juga ikut memperbesar penguraian ozon (O3). Dampak bagi makhluk hidup: lebih banyak kasus kanker kulit melanoma yang bisa menyebabkan kematian, meningkatkan kasus katarak pada mata dan kanker mata, menghambat daya kebal (imun) pada manusia, penurunan produksi tanaman jagung, kenaikan suhu udara dan kematian pada hewan liar, dan lain-lain.

Hujan Asam

Proses revolusi industri mengakibatkan timbulnya zat pencemaran udara. Pencemaran udara tersebut bisa bereaksi dengan air hujan dan turun menjadi senyawa asam. Dampaknya: proses korosi menjadi lebih cepat, iritasi pada kulit, sistem pernafasan, menyebabkan pengasaman pada tanah.

Desertifikasi: Merupakan penggurunan, menurunkan kemampuan daratan. Pada proses desertifikasi terjadi proses pengurangan produktifitas yang secara bertahap dan penipisan lahan bagian atas karena aktivitas manusia dan iklim yang bervariasi seperti kekeringan dan banjir. Dampak: awalnya berdampak lokal namun sekarang isu lingkungan sudah berdampak global dan menyebabkan semakin meningkatnya lahan kritis di muka bumi sehingga penangkap CO2 menjadi semakin berkurang.

Pencemaran limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): bahan yang diindentifikasi memiliki bahan kimia satu atau lebih dari karasteristik mudah meledak, mudah terbakar, bersifai reaktif, beracun, penyabab infeksi, bersifat korosif. Dampak : dulunya hanya bersifat lokal namun sekarang antar negara pun melakukan proses pertukaran dan limbanya di buang di laut lepas. Dan jika itu semua terjadi maka limbah bahan berbahaya dan beracun dapat bersifat akut sampai kematian makhluk hidup.

Sumber:

Andromeda, 2009, Relevansi Status Sosial, FISIP UI.

Himpunan Pemerhati Lingkungan Hidup Indonesia, 2012, Isu Lingkungan Sosial, http://humairahworld.wordpress.com/2011/02/12/isu-lingkungan/ diakses pada 02-09-2013.

The Club of Rome, 1972, Limits to Growth.

United Nations, 1992, Agenda 21, United nations Conference on Environment & Development Rio de Janerio, Brazil, 3-14 Juni 1992.