BANDUNG AWAN PENGETAHUAN

Image 

Studium Generale kali ini diisi oleh Bapak Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang juga merupakan alumni Arsitektur ITB yang sekarang menjadi orang nomor satu di Kota Kembang. Kuliah umum ini berlangsung di Aula Barat. Dihadiri juga oleh Dirut Telkomsel, Guru Besar ITB, dan aktris muslimah Oki Setiana Dewi.

Dari keempat pembicara tersebut, hanya Oki Setiana Dewi saja yang tidak jadi memberikan materi. Sedangkan Dirut Telkom Indonesia memberikan beberapa kata tentang dunia telekomunikasi di Indonesia.

Selain itu, Bapak Dedi Mizwar selaku Wakil Gubernur Jawa Barat juga turut hadir dan memberikan pidato.

Pak Ridwan Kamil memberikan ulasannya mengenai Kota Bandung yang belum lama dia pimpin. Harapan kita semua Bandung menjadi kota yang unggul. Masing-masing berperan dalam membuat Bandung menjadi unggul. Bandung sebagai kota besar memiliki masalah penyakit yang sama dengan kota-kota yang lain yaitu banjir, macet, dan lain sebagainya. Dalam rangka membuat Bandung menjadi unggul dicanangkan sebuah program Smart City. Dengan konsep Smart City ini diharapkan bersifat komprehensif dan dapat menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Selama ini, orang-orang pintar adanya di Bandung. Permasalahan lainnya, pemerintah yang dulu belum klop. Banyak potensi yang ada tidak bias kita lihat. Sebagai contoh, di Sarijadi ada orang yang memiliki proyek samapai Amerika Selatan.

Dalam konsep Smart City ini di antaranya lagi seluruh dinas yang ada di Bandung sudah memiliki twitter sehingga masyarakat sekarang tidak hanya bias langsung complain ke Walikota saja, tetapi bias langsuung ke dinas terkait sesuai dengan permasalahan yang dialami. Dalam pelayanannya, permaslalahan yang diadukan ke dinas belum selesai kalo belum mengatakan dengan jelas bahwa permasalahan sudah selesai dan mengucapkan terimakasih.

Selain itu juga, pekerjaan masing-masing dinas akan dinilai bagaimana kualitas pelayanannya. Di akhir tahun aka nada rapor hasil penilaian sehingga akan diketahui dinas mana yang memiliki nilai merah dan mana yang mendapat nilai baik.

Pemerintah Kota Bandung bersama Telkom Indonesia bekerjasama dalam pemasangan Wi-Fi di 1500-5000 titik sehingga kemanapun pergi kita bias mengakses internet dengan mudah. Kehidupan akan berjalan dengan lebih mudah karena teknologi yang semakin berkembang.

Rencananya juga akan dibuat banyak taman kota di anataranya taman fotografi bagi yang suka untuk memotret, taman interactive game, taman manula dan lansia gaul, taman memancing, taman refleksi, taman music audiovisual, dan perpustakaan di taman. Jika hal tersebut didukung dengan teknologi yang baik pilihan untuk belajar semakin banyak seperti belajar di taman. Satu fakta yang menarik, Ujian Nasional di Denpasar  rata-rata siswa nya mendapatkan nilai yang tinggi karena di kota tersebut siswa-siswanya belajar di tempat yang banyak pohon. Semakin banyak pohon kandungan O2 makin banyak pula. Banyaknya O2 inilah yang membuat daya hapal siswa menjadi tinggi.

Di alun-alun kota juga akan dipasang CCTV untuk memantau keadaan secara factual.

Kota bandung memerlukan perubahan. Tentunya yang sudah baik dijaga agar tetap baik dan ditingkatkan agar lebih baik, yang belum baik semoga bias menjadi baik. Butuh perubahan untuk melakukan hal tersebut. Dalam hal ini, peran semua kalangan sangat diperlukan untuk mencapai perubahan. Pemerintah memegang peranan dalam hal birokrasi dan peraturan-peraturan yang ada di suatu wilayah. Business berperan dalam menggerakkkan roda perekonomian. Civil Society bias menjadi kelompok riset atau kelompok social yang menyelesaikan masalah berbasis masyarakt. Terakhir, media berperan dalam menyampaikan informasi sehingga mencerdaskan masyarakat.

Pak Ridwan Kamil juga mengagumi masyarakat Bandung karena hobinya orang Bandung adalah membuat komunitas. Sebagai contoh kecil, di daerah Dago ada kelompok Rojali (Rombongan Janda Liar). Dalam membuat komunitas, yang penting santai tapi serius. Dari sering berkumpul atau membentuk komunitas inilah sering lahir banyak gagasan yang menarik sehingga orang Bandung identic dengan kreatif. Adanya komunitas jangan hanya sebatas memutar informasi saja, tetapi juga bias melakukan gerakan perubahan di masyarakat yang baik bagi masyarakat itu sendiri.

Perubahan sekali lagi di zaman sekarang ini memerlukan media sebagai perantaranya agar gagasan tersampaikan kepada masyarakat secara cepat dan massif.

Selain acara talkshow dari pembicara, juga diadakan penyerahan hadiah kepada beberapa anak dan guru dalam perlombaan yang diadakan Telkom Indonesia.

Ada juga penampilan drama dari Indonesia Bertutur. Selama ini, di Indonesia cerita-cerita rakyat sering disalahartikan. Kita diajarkan tentang nilai-nilai ketidakjujuran, kedurahakaan seperti Kisah Malin Kundang. Bukan malah menceritakan nilai-nilai kerja keras atau perjuangan yang dilakukan Malin Kundang untuk mencapai tingkat kesuksesannya menjadi orang kaya. Di negeri-negeri besar, folklore-folklore sering menjadi motivasi bagi suatu Negara. Saatnya Indonesia memberikan teladan yang baik melalui cerita-cerita rakyatnya, sejarah yang bisa mengubah bangsa ini menjadi kearah yang lebih baik.

 

Sumber:

Kamil, R., 2013, Bandung Awan Pengetahuan, Studium Generale ITB tanggal 26 Oktober.