Mahasiswa Tingkat Akhir

Sudah tak terasa. Tiga tahun berlalu menuntut ilmu dan mencari pengalaman di Kampus Ganesha. Kampus yang terletak di Kota Bandung ini memang menawarkan beragam ‘taman bermain’ bagi mahasiswa.

Sepanjang yang saya alami. Banyak sekali karakter mahasiswa yang dimiliki oleh Institut Teknik ini. Ada mahasiswa yang sepanjang aktivitas berorientasi akademik dan ada juga mahasiswa yang hiperaktif di berbagai organisasi kampus. Tapi tak jarang mahasiswa juga terlibat aktif dalam pembenahan nasib bangsa ini.

Apakah semua hal tersebut salah. Saya pikir tidak. Jika dulu saya masuk ITB, karena memang mampu menyelesaikan sejumlah tes Ujian Saringan Mandiri. Memang tugas utama mahasiswa di kampus adalah belajar. Akademik menjadi hal yang tidak bisa ditoleransi oleh kegiatan apapun, kecuali beberapa kasus tertentu.

Tapi, jika mahasiswa hanya berkutat dengan kuliah dan kuliah rasanya dari mana akan mendapat wawasan mengenai organisasi, kemasyarakatan dan kebangsaan. Makanya saya menyempatkan diri untuk ikut terlibat dalam beberapa kegiatan dan organisasi di kampus.

Tapi akhirnya saya berpikir. Semua hal ini adalah persiapan kita untuk terjun ke masyarakat. Karena mahasiswa berasal dari masyarakat dan akan kembali ke masyarakat.

Apa yang bisa saya persembahkan kepada masyarakat setelah berstatus sebagai sarjana adalah menebar kebermanfaatan sebanyak mungkin.

Ada satu pesan menarik yang saya peroleh dari cerita senior. Kurang lebih begini redaksinya: Rektor yang menyambut saya sebagai mahasiswa dulu berkata: Anda masuk kampus ini menyisihkan banyak orang. Anda dalam artian merebut kesempatan orang lain dan Anda punya satu dosa. Jika setelah lulus nanti Anda masuk kerja, Anda juga merebut kesempatan orang lain dan dosa Anda bertambah. Satu hal yang bisa membuat dosa Anda gugur, adalah menciptakan lapangan pekerjaan sehingga bisa membantu orang lain.

Begitulah pada akhirnya, banyak mahasiswa yang meniti karir sebagai entrepreuner meskipun kata tersebut bukan selalu berarti pekerjaan tapi karakter.

Menjadi dosenpun yang merupakan harapan saya nanti dapat saja memiliki karakter enterpreuner dengan mental pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan….