Futsal

Futsal menjadi olahraga yang digemari oleh anak muda, termasuk mahasiswa. Di kampungku juga banyak pemuda yang sering bermain futsal.

Kemarin, aku baru saja futsalan bareng teman-teman dari Pelopor. Sudah lama kami tidak bersilaturahim, bermain futsal bersama.

Saya terbiasa menjadi kiper. Posisi kiper ini menjadi satu-satunya pemain yang bisa menggunakan seluruh tubuh untuk menguasai bola. Mulai kaki, badan, tangan, hingga wajah.

Sempat mendapat tembakan keras dari salahseorang teman yang mengenai wajah, kacamataku copot dari bingkainya, menyisakan pemandangan buram. Pertandingan dihentikan sejenak. Cukup lama juga ternyata memperbaikinya.

Futsal ini diadakan di Secapa AD. Nampaknya tempat ini belum banyak dikunjungi. Berbeda dengan tempat-tempat lain di Bandung yang sudah penuh bahkan sepekan sebelumnya. Secapa AD terletak di sekitar Setiabudi. Banyak plank yang menunjukkan lokasi menuju tempat ini. Enaknya di sini, kita bisa membooking dalam waktu yang agak mendadak. Tetapi aksesnya harus menggunakan motor.

Kiper harus cekatan dalam mengamankan bola dari ancaman kebobolan. Harus tetap tampil tenang meskipun satu lawan satu. Ketika satu lawan satu ini, kiper bisa merapatkan kedua kakinya sambil merentangkan kedua tangan sepanjang posisi tubuh. Hal ini untuk meminimalisasi ruang tembak lawan.

Pertandingan berjalan cukup melelahkan. Sepuluh orang bermain dalam waktu dua jam. Guna menghilangkan kelelahan, dilakukan istirahat di beberapa jeda waktu. Menjelang akhir pertandingan banyak sekali gol-gol tercipta. Belasan gol tercipta dengan mudah. Kiper-kiper tak kuasa membendung laju impresif para pencetak gol.

Sayang, malam itu yang datang tidak banyak sehingga bayaran per orang terbilang mahal. Tapi tak masalah, selanjutnya akan disubsidi oleh dana komunitas.

Selain daki gunung, kegiatan refreshingku adalah bermain futsal.

Salam Olahraga!