Perbatasan 3 Kabupaten

Akhir pekan kemarin saya cukup menyesalkan diri karena tidak bisa ikut makrab Keluarga Pelopor. Sudah lebih dari setahun lebih komunitas ini tidak bermalam keakraban bersama. Makrab ke-2 ini dilaksanakan di Pangandaran. Tapi, kewajiban akademik harus diprioritaskan. Ya, akhir pekan itu, 29 Januari 2014-01 Februari 2014 saya groundcheck TA di Sumedang. Daerah penelitian TA bersama ketiga teman yang lain ini sebagian besar berada di Sumedang, tetapi sangat berbatasan dengan Indramayu dan Majalengka. Jalan Cibogo dan Cikamurang menjadi pembatas antara ketiga kabupaten ini. Termasuk sungai Cisaar juga menjadi pembatas antara Indramayu dan Sumedang. Di Majalengka banyak sekali proyek, yang santer terdengar yaitu pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di daerah Kertajati. Ada juga pembangunan Tol Palimanan-Cikampek.

Selama kurang lebih 3 hari 3 malam itu, kami menginap di rumah warga. Tujuan groundcheck ini adalah untuk mengetahui dan mengenal daerah penelitian TA. Bagaimana perizinan, basecamp, warga untuk menunjukkan jalan, akses ke singkapan, dan rencana lintasan. Hingga akhirnya benar-benar ditentukan layak tidaknya daerah ini untuk diteliti kegeologiannya.

Selama hari-hari tersebut itu juga kami dijamu dengan ramah oleh warga. Saya dan Ara daerahnya berdekatan di Kecamatan Ujungjaya, sedangkan Teguh dan Iyo berdekatan di Kecamatan Buahdua. Dua kecamatan tersebut berada di Sumedang.

Kami semua bersama-sama menginap di Kantor Desa Ciawitali malam pertama bersama Sa’ad dan Andi juga, yang ikut menemani kami groundcheck. Kami semua berenam sama-sama anak bimbingan Pak Imam, dosen Geologi Teknik di kampus kami.

Malam kedua dan ketiga, Saya, Ara, dan Sa’ad menginap di rumah Kepala Dusun Cipinang Pahit. Iyo, Teguh, dan Andi masih sama menginap di Ciawitali. Perjalanan dari Ciawitali di Kecamatan Buahdua menuju Cipinang Pahit di Kecamatan Ujungjaya memerlukan waktu kurang lebih 1,5 jam. Jalanan Cikamurang dan Sanca menghubungkan kedua kecamatan tersebut.

Satu hal yang berkesan selama di sana adalah ramahnya warga dalam menjamu kami sebagai tamu. Warga sangat welcome, memfasilitasi kebutuhan kami dengan baik. Penginapan, warga untuk jadi porter atau penunjuk akses menuju singkapan, makan-minum, dan lain-lain. Mayoritas di sini sebagai petani, pedagang, dan peternak untuk mata pencaharian warga.

Hari pertama, kami full urus perizinan dan penginapan. Hari kedua dan ketiga kami bergiliran dibagi dua tim. Tim Iyo, Teguh, dan Andi mengecek daerahnya masing-masing. Saya, Ara, dan Saad di hari kedua mengecek singkapan yang ada di daerah saya. Hari ketiga giliran di daerah Ara.

Akses menuju singkapan batuan di daerah saya cukup baik. Tapi untuk menuju Ungkal, sebuah desa yang katanya terpencil di Kecamatan Conggeang, Sumedang akses dan waktu kami selalu terbatas untuk menuju ke sana. Di hari kedua ini, banyak singkapan yang ditemukan berada di luar daerah penelitian saya.

Hari ketiga, akses menuju singkapan batuan di daerah Ara melewati area calon perkebunan karet PERHUTANI. Jalanan yang baru mau diaspal kami lewati dengan pemandangan luas tanah hasil urugan. Dengan sesekali mengucapkan punteun ke warga yang sedang gotong royong merapikan batu sebagai basement sebelum dilapisi aspal. Tentu warga dibayar untuk ini. Kami turun di suatu titik tertentu karena akses terbatas dan memutuskan menempuh perjalanan jalan kaki menuju Sungai Cibayawak selama 1 jam hanya untuk menemukan ada tidaknya singkapan.

Hari keempat, kami semua sudah berkumpul kembali di Ciawitali. Sa’ad dan Andi pulang duluan. Saya dan Ara menunggu lebih siang sampai Iyo dan Teguh kembali dari lapangan karena ada yang mau dicek lagi.

Untuk mengakhiri groundcheck kami selama 3 hari itu, kami berdiskusi sebentar dan menyimpulkan hasil masing-masing. Meskipun banyak kendala, tapi semoga solusi yang ada bisa membantu permasalahan kami. Mulai akses, kondisi singkapan batuan. Untuk perizinan dan penginapan sudah OK. Kami harus kembali ke Bandung dan presentasi ke Pak Imam.

Semoga hasil groundcheck ini memberikan yang terbaik buat TA kami.

Sumedang, 29 Januari 2014-01 Februari 2014