Jejak Sunrise

DSC01964“ada yang lain ditempat ini yang membuat lidah gugup tak bergerak ada sunrise di sudut jendela dan memaksa diri tuk bilang “Maha Suci Engkau”.

Sunrise biasa saya amati dan rasakan di puncak gunung. Puncak Gunung Cikuray, Gunung Guntur, dan Gunung Manglayang. Tapi kali ini, sunrise meninggalkan bekas di langit yang saya lihat di tempat biasa saya tertidur dan terbangun.

Sunrise dan sunset hanya berbeda dalam hal penerbitan. Yang satu tidak terbit, tapi tenggelam di ufuk barat, sedangkan yang saya lihat tadi pagi terbit menyapa pagi dari timur. Kita percaya suatu saat akan terjadi pergantian posisi.

Setelah menikmati ilmu di tempat biasa setiap Kamis Malam, saya bersama Fire Man pulang ke Sekre Pelopor dan melihat sebentar acara hiburan di media elektronik bersama Aa Ifan. Sebuah acara yang menampilkan bagaimana seseorang mampu membuat kita menampakkan senyum bahkan tertawa terbahak-bahak. Ini sebuah audisi.

Tertidur setelahnya dan terbangun pagi harinya. Beribadah dan hingga tersadar ada yang berbeda dengan jendela pagi ini. Sebuah pemandangan yang bagus. Sebuah lukisan Tuhan di horizon timur langit pagi ini. Meskipun ada bendera yang menunjukkan antusiasme menyambut apa yang disebut pesta demokrasi tahun ini. Tapi saya melihat pantulan kuning kemerahan dari mentari yang baru terbit.

DSC01965

Bagaimana mungkin matahari bisa terus bergerak sedangkan kita terus sibuk dengan aktivitas kita. Ada yang mengatur. Matahari memiliki energi yang sangat bermanfaat, dikonversi menjadi beragam energi lainnya. Seperti panel surya yang ada di kampus saya hingga di pinggir Jalan Tamansari. Begitu juga, bagaimana dia mengeringkan jemuran di Sekre Pelopor dan membakar semangat bagi orang yang mau berlelah-lelah menjemput cita.

DSC01967

Sekre Pelopor adalah tempat bagi saya, Fire Man, Mr. Up, Aa Ifan, Akang Raha untuk tinggal dan menyimpan barang-barang perkuliahan. Tapi, di sini juga selalu banyak dikunjungi oleh kawan-kawan Pelopor yang lain. Para BP tak jarang mengadakan rapat, menghabiskan waktu dan pikiran untuk berusaha membangun. Sering juga, kami beramai-ramai mengadakan masak dan makan-makan. Tentu dengan segala canda tawa dan kesenangan yang ada di hari itu.

DSC01980 DSC01987

 

Di sini ada media elektronik tempat kami menonton pertandingan sepakbola, ada juga pemanas air untuk kami menyeduh segelas minuman penyemangat pagi, ada perpustakaan kecil yang memiliki koleksi perbendaharaan kata yang banyak. Tak jarang juga, kami dari Pelopor kedatangan banyak tamu. Ya, tamu yang merupakan teman sendiri dari jurusan yang sama atau dari daerah yang berbeda. Sekadar mampir atau ikut mengerjakan tugas bersama.

DSC01977 DSC01979 DSC01982 DSC01984

Setiap pagi, selain angkutan umum yang membawa kami menuju kampus. Ada satu rute perjalanan yang menarik biasa kami lalui untuk go kampus. Ya, memutar sedikit ke arah selatan setelah keluar dari pintu sekre, melewati gang-gang kecil, terus dan sampai ke kompleks perumahan, belok kanan, terus belok kiri, terus belok kiri lagi, terus ada gang kecil, belok kanan, terus belok kanan, terus belok kiri, belok kanan, belok kiri lagi, belok kanan lagi, belok kiri, terlihat perumahan mewah dengan lapangan fusal di sebelah timurnya, ada gang kecil, belok kanan, lurus terus sampai mentok, belok kiri, ada tempat fotokopian dan para siswa bersekolah, ada masjid, belok kanan terus hingga akhirnya kami tiba di Simpang Dago. Sebuah pasar yang selalu padat bukan hanya oleh pedagang, tapi orang berlalu lalang. Berlalu lalang dengan melangkahkan kaki atau berlalu lalang diam bersama angkutan umum. Seterusnya tinggal meneruskan menuju kampus. Begitulah rute yang cukup menarik, sekadar menghabiskan waktu bersama dengan obrolan pagi pengisi hari.

Masing-masing penghuni sekre memiliki keunikan tersendiri.

Akang Raha memiliki semangat dalam berwirausaha, wawasan mengenai dunia bisnis memang jangan diragukan lagi. Fire Man selalu membakar kami dengan candaan dan obrolan ringan yang membuat kami tidak hanya tersenyum tertawa tapi juga berpikir. Mr. Up yang selalu bahagia dan up terus, tidak pernah down, selalu memiliki kisah atau cerita yang membuat sekre terlihat ramai meskipun dengan suara. Kegemarannya membaca informasi di medsos membantu kami memahami banyak permasalahan di negara ini. Aa Ifan orang yang sering memberi kami pelajaran sebagai pengingat, membuat kami harus hidup bersih dan rapi di sini. Meskipun terdengar berlebihan, tapi itu yang saya rasakan dan semoga tetap berkembang. Untuk mengenalnya, memang harus datang langsung. Mari mengenal lebih dekat!

Kami semua ada di sebuah tepi sudut di kompleks Bangbayang.

Kota Kembang, 21 Februari 2014 07.15 WIB, saat lanskap kuning kemerahan sudah berganti dengan awan putih.