Nomor Satu

Selama dua pekan ke belakang, saya berkutat untuk mengerjakan Tugas Akhir. Selama itu juga sempat terkena sakit. Dokter bilang terkena campak jadi meminimalisasi untuk ketemu orang. Ada dua hal menarik bulan ini yang saya ikuti perkembangan beritanya. Pertama adalah Final Liga Champions 2014 dan Capres-Cawapres Republik Indonesia 2014-2019. Tentu Final Champions ini hanya sekedar hiburan. Tetapi untuk pilpres menjadi hal yang harus kita pikirkan dengan serius karena menyangkut masa depan Indonesia.

Saya ingin sedikit bercerita tentang Final Liga Champions. Seperti diketahui, satu menit menjelang bubaran pertandingan, Sergio Ramos memaksa pertandingan untuk diperpanjang waktunya. Gol sundulan pada menit 90″+3′ menyambut umpan sepak pojok Luca Modric menjadi sangat krusial karena pada akhir pertandingan Los Blancos berhasil meraih La Decima. Ya, selain La Decima, Cristiano Ronaldo juga menjadi topskorer dan menasbihkan diri sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions dalam satu musim dengan koleksi 17 gol. Yang sangat menarik dalam pertandingan final ini adalah harga satu menit. Andaisaja Atletico, yang menjadi lawan Madrid di final ini mampu mencegah terjadinya gol Ramos selama satu menit saja sebelum pertandingan berakhir tentu Los Rojiblancos lah yang akan keluar sebagai juara dan mengukir La Premiera dalam Liga Champions! Tapi, El Real menunjukkan kekuatannya dengan pengorbanan sampai pertandingan normal berakhir. Asa La Decima semenjak kedudukan 1-1 itu semakin membuat Real Madrid bersemangat dan di babak perpanjangan waktu kedua, sundulan pemain termahal Gareth Bale, tendakan keras Marcelo, dan sepakan penalti Ronaldo membawa Madrid seperti superior atas lawannya yang juga satu kota. Pertandingan final ini memang menjadi sejarah tersendiri karena mempertemukan dua klub sekota di Final Liga Champions dan pertandingan memang begitu dramatis. Hampir saja Atletico membuktikan diri bahwa mereka menjadi kekuatan yang hebat di Eropa. Begitulah sepakbola, di menit terakhir masih menyimpan peluang untuk menjadi nomor satu. Hala Madrid!

Selanjutnya, pekan kemarin telah ditetapkan dua Capres-Cawapres Republik Indonesia. Sebuah negara yang menganut sistem demokrasi. Sebagai orang yang tidak berkompeten di bidang politik, saya mengetahui bahwa nanti rakyatlah yang memberikan mandat kepada siapa negeri ini akan dipimpin. Semua orang sama suaranya. Dari kalangan pejabat hingga pedagang kaki lima, dari ulama hingga pelaku kriminal semua memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihan presidennya 9 Juli 2014. Saya terlahir ketika negara ini dipimpin oleh Bapak Soeharto yang sebagian menyebutnya sebagai Bapak Pembangunan Indonesia. Negara yang sudah melewati beragam era dari era Orde Lama di masa kepemimpinan Bung Karno hingga era Reformasi saat ini. Semua presiden memiliki sejarahnya sendiri dan saat ini tiba waktunya untuk rakyat Indonesia memilih presiden untuk lima tahun ke depan. Siapakah yang akan terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 2014-2019? Sebuah pertanyaan yang akan ditentukan rakyat pada Bulan Ramadhan nanti.

Melihat sejauh ini pemberitaan media, saya sebenarnya tidak menyukai cara berkampanye atau pemberitaan yang mengungkapkan sisi negatif dari para capres-cawapres tanpa informasi yang berimbang. Kadang diberitakan informasi yang tidak menyeluruh sehingga persepsi yang diperoleh mencitrakan capres-cawapres dengan buruk. Sudah sangat ramai di media sosial, isu HAM yang ditujukan kepada Prabowo Subianto, capres yang diusung Gerindra, PPP, PAN, PKS, Golkar, dan PBB, sedangkan isu sara ditujukan kepada Joko Widodo yang diusung oleh PDI-Perjuangan, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI. Tentu untuk sebuah isu, kita mesti memeriksanya dengan kritis. Media memang menjadi wadah bagi informasi yang dengan mudah diperoleh setiap hari. Bagi masyarakat di perkampungan, kini ada televisi yang menyiarkan semua berita yang ada di negeri ini. Media memang seakan bisa mempengaruhi isi pikiran seseorang. Tetapi, seperti diungkapkan para pengamat, masyarakat Indonesia ini sudah pintar dan cerdas dalam menyikapi pemberitaan yang ada. Saya berharap sebenarnya media bisa memberikan informasi yang berimbang tentang pemilihan presiden dan semua hal yang berkaitan dengannya, termasuk mengenai kampanye para capres-cawapres. Tapi mungkin, tidak menarik kontestasi pilpres jika tidak dibumbui oleh isu-isu. Bagi saya, sejauh informasi yang mengandung keburukan para capres-cawapres itu ditampilkan secara menyeluruh tidak masalah. Pada akhirnya, kita bisa menilai sendiri. Jika memang para capres-cawapres tersangkut isu buruk kemudian ditampilkan beragam data dan fakta serta informasi terkini yang sebenarnya tidak menjadi soal. Kita memang harus mengetahui rekam jejak calon pemimpin negeri ini. Mungkin kini media sudah menjadi barang andalan untuk digunakan oleh beragam kepentingan seperti juga di negeri ini banyak orang dan termasuk asing yang memiliki kepentingan di Indonesia.

Saya mengagumi kekayaan yang dimiliki Indonesia. Tidak hanya kekayaan bahan tambangnya saja, keanekaragaman hayati, dan keindahan alamnya. Tetapi juga, negeri ini memiliki beragam suku budaya dan beragam agama yang bisa hidup di negeri kepulauan ini. Sangat disayangkan ketika dengan semua potensi yang ada, asing begitu mendominasi kekayaan alam kita. Sebenarnya kenapa bisa begitu? Mungkin para pejabat di negeri ini masih merasa nyaman dengan kursinya atau asing begitu tergoda dengan kekayaan alam Indonesia dan melakukan segala cara untuk menguasainya. Satu poin yang saya sepakati untuk negeri ini ke depan bahwa Negeri Indonesia adalah negeri yang sudah merdeka sejak Bung Karno mendeklarasikan kemerdekaan bangsa, negeri yang bermartabat, dan negeri dengan segala potensi yang ada bisa menjadi negeri yang maju. Saya yakin setiap capres-cawapres yang ada memiliki kemauan untuk menjadikan negeri ini negeri yang maju dan sejahtera. Tetapi dalam prosesnya selalu diikuti beragam kepentingan. Banyak hal yang saya ingin sampaikan terkait pilpres kali ini, banyak hal menarik yang bisa dikritisi. Insyaallah semoga Indonesia diberkahi pemimpin yang adil dan tidak bekerja untuk kepentingan sepihak tetapi semata-mata untuk rakyat di negeri sendiri!