Satu

Satu nusa satu bangsa

Satu bahasa kita

Tanah air pasti jaya

Untuk selama-lamanya …

Begitu kayanya Negeri Indonesia. Beragam kekayaan dan keindahan alam, juga suku dan bahasa. Kita butuh Indonesia yang utuh, yang satu, yang tidak terpecahbelah, yang menjaga keindahan dan kekayaan alam untuk rakyat. Dan di antaranya berada di tepi selatan Pulau Jawa bagian barat.

100_4854

 Panorama tambak udang dan bukit di kawasan Ciletuh.

Berjalan menyusuri tepi pantai, diterpa mentari pagi yang mulai memanas. Berbalut baju lapangan untuk mengambil data selengkap mungkin. Bagaimana pembentuk dan sejarah daerah ini. Ciletuh, Sukabumi.

100_5406 - Copy

  Indahnya laut yang memang biru di sini.

Perjalanan dimulai dari Bandung untuk menemani pemetaan di kawasan Ciletuh. Merupakan satu kesatuan dengan Karangsambung dan Pegunungan Bayat di Pulau Jawa, bukti adanya tunjaman antarlempeng berumur jutaan tahun yang lalu, Pra-Tersier. Ciletuh memang tidak selengkap yang lain, tapi pesonanya cukup untuk menajamkan daya pikir seorang calon sarjana.

IMG_0143

 Calon sarjana

Melewati daerah yang boleh dibilang relatif belum terjamah secara mudah. Angkutan menuju lokasi dari Terminal Sukabumi sangat jarang. Kita harus pandai-pandai menghitung waktu dan mencocokkan dengan keadaan.

Tiba menjelang matahari terbenam di balik bukit, pinggir Sungai Ciletuh. Seorang teman terlihat gembira karena beberapa hari ke depan bisa ditemani untuk melakukan pemetaan. Perencanaan dibuat tapi sedikit terganggu hingga harus beralih rencana karena ada latihan militer di sekitar Batununggul. Akhirnya, kami melewati jalur laut untuk cek batuan di pulau-pulau terdekat. Menjelang siang, kami mendarat di kawasan Batununggul. Terlihat sebuah batu yang menonjol di pesisir.

100_5180

 Batununggul

Selebihnya kami menyusuri sungai di kawasan ini. Menjelang malamhari, porter kami Pak Hilman dengan cekatan dan apik membuat tempat berteduh dan tidur dari Daun Gebang, juga mencari ikan untuk santapan makan. Banyak batuan di sini, mulai batuan beku, sedimen, hingga metamorf. Memperlihatkan warna, bentuk, dan ciri yang berbeda sehingga kaya akan keberagaman. Dari struktur sedimen hingga struktur geologi, dari zona hancuran hingga zona melange.

100_5473 - Copy

 Berdiri di atas batuan terubahkan, serpentinit.

100_5452 - Copy

 Menempel di badan batuan beku.

100_5502 - Copy

Perselingannya banyak
100_5221 - Copy - Copy

Inikah paralel laminasi?

Perjalanan di Batununggul ini menyisakan banyak cerita, bukan ceritaku saja tapi batuan-batuan yang bercerita pada alam bahwa mereka ada sejak sedari dulu. Sianghari mengecek batuan, malamhari menyantap makanan, ditemani ikan hasil carian dan daun gebang yang rindang, membentuk sebuah rumah sederhana dalam tiga hari tiga malam.

100_5447 - Copy

 Daun gebang multifungsi, bisa buat tidur, bisa buat gubuk, buatan Pak Hilman.

100_5496 - Copy

 Ini dia ikan hasil carian siap untuk jadi makanan.

Pemetaan berakhir. Banyak kisah yang tak tertulis, tapi menjadi bagian hidup. Dentuman peluru dan meriam di hari terakhir menjadi ‘kesan pemanis’ cerita di kawasan Ciletuh, Sukabumi ini. Tapi kami berhasil “menyelamatkan diri” dan pergi.

100_5468 - Copy

 Menatap mentari pagi yang sesungguhnya cukup panas di atas batuan terubahkan.

100_4908

 Batuan yang tergerus air laut, tapi terekam kamera.

IMG_0149

 Ayo meloncat sebelum dilarang!

IMG_20140527_154213

 Duh, indahnya di foto kala matahari memanasi laut dan dia berdiri di atas batu.

IMG_0042 (2)

 Ini dia air terjun di Jampang.

Ciletuh, Sukabumi, Juni 2014.