Kabut Tipis Di Puncak Geulis

Kabut tipis jatuh perlahan di puncak gunung. Bangunan makam menambah mistis suasana pagi. Tanpa sunrise. Menyisakan kami yang siap turun dari Gunung Geulis. Perjalanan satu hari satu malam di gunung yang terletak dekat dengan kawasan kampus di Jatinangor.

Kami bertiga saya, Kiki, dan Gempar berangkat pukul 13.00 WIB menuju Jatinangor dan sampai di kaki gunung dengan selamat. Melewati SD Sinarjati dan lapangan bola, kami melihat kawasan Jatinangor sebagai kawasan yang sedang berkembang dengan berbagai pembangunan. Kampus UNPAD, ITB, dan Menara Masjid Salman terlihat di antara gedung-geudng yang ada. Jalanan berbatu menjadi awal pendakian kami. Puncak gunung ini sudah terlihat jelas dari sini. Kemudian kami melewati perkebunan warga. Banyak gubug-gubug yang dibangun secara terpisah di samping tegalan.

DSCN2257Pemandangan di pekebunan jauh lebih indah karena kawasan Jatinangor semakin luas dilihat dan Gunung Manglayang menjulang tinggi. Kemiringan lereng lumayan terjal. Kami melewati persimpangan jalan dan memilih jalan yang terjal untuk mencapai puncak.

DSCN2280

 

Rimbunan pohon bambu dan daun-daunnya yang berjatuhan di tanah menambah seru medan pendakian. Lumayan panjang jalur yang kami lewati, dipenuhi oleh pohon bambu kemudian tumbuhan mulai berubah menjadi pohon-pohon kecil dan semak-semak. Di gunung ini banyak sekali jalur-jalur kecil yang dapat membuat kita tersesat. Kami membuat tanda dari rafia untuk menuntun ketika pulang. Perjalanan kami menyibak ranting-ranting, semak-semak dan batang-batang kayu sambil berpikir mencari jalur menuju puncak ditemani dengan obrolan-obrolan dan tawa-tawa kecil. Nampaknya tidak ada pendaki yang mendaki selain kami bertiga. Sampai ketika kami sampai di padang ilalang yang luas. Pemandangan yang syahdu.

DSCN2265

Puncak terlihat masih jauh. Waktu menunjukkan pukul 17.30 WIB. Langit mulai memperlihatkan tanda-tanda malam. Kami keluarkan senter dan golok untuk mengantisipasi apa yang terjadi di depan. Pohon bambu kembali menjadi medan yang harus kami lewati. Bentukan terasering menjadikan tatanan pohon bambu lumayan teratur. Setelah ini, jalur yang dilewati lebih banyak kami buat sendiri dengan menyibakan ilalang panjang. Kami tiba di puncak.

DSCN2261

Terlihat bangunan makam yang luas dengan panjang dan lebar sekitar 10 m. Di sampingnya ada sebuah bangunan lagi yang diatapi. Saya mengucapkan salam sepertinya seperti tempat air, ternyata ada ruangan makam di dalamya. Bulu kuduk sedikit bergetar.

DSCN2258

Kemudian kami mengitari area lainnya untuk mendirikan tenda dan menemukan satu bangunan yang lebih kecil dan di dalamnya makam juga. Banyak sesepuh yang dikebumikan di puncak gunung ini ternyata. Akhirnya kami mendapati tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Malam sudah gelap. Adzan maghrib baru saja lewat. Tenda selesai, sholat kami laksanakan, dan makanan siap kami hidangkan. Ditemani lilin dengan nyala kecil, angin berhembus kencang yang angin-anginan waktunya. Candaan menjadi bumbu menarik untuk menghangatkan malam yang tidak terlalu dingin. Akhirnya kami terlelap. Terdengar suara-suara krusuk-krusuk ketika kami tidur. Biarkanlah. Kami terlelap malam itu. Kami tidur bersama tiga makhluk lainnya. Di puncak yang sama di Gunung Geulis. Bedanya kami masih bisa bangun pada pagi harinya.

DSCN2262Pagi kami bangun dan menyiapkan makanan untuk turun gunung. Selanjutnya rafia yang menjadi tanda, berguna menuntun perjalanan turun kami. Beberapa spot cukup bagus untuk mengabadikan momen-momen pendakian. Spot yang cukup bagus adalah padang ilalang dan tempat dengan background Gunung Manglayang.

Gunung Geulis, 30 Oktober 2014

Satu pemikiran pada “Kabut Tipis Di Puncak Geulis

  1. Ping balik: Pendakian Gunung Sepanjang 2014 | Jejak Destinasi

Komentar ditutup.