Mentari Lembut Di Puntang

Siluet kemerahan menampakkan diri di ujung timur. Tepat berlawanan dengan arah kami menghadap untuk Sholat Subuh. Udara dingin. Menusuk kulit. Di puncak ini kabut menutupi pemandangan. Angin berhembus kencang mengibaskan rambut. Kami berdiri memandang ke hadapan. Menanti mentari muncul kembali. Sesekali kabut hilang dan menyibakkan suasana yang bagus untuk dipotret. Kawasan pegunungan dan kota ada di sekeliling Puntang. Mentari bersinar lembut terhalang putihnya kabut.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Perjalanan Gunung Puntang ini beranggotakan saya, Tito, Asep, Anwar, Remi, Gigih, Yadi, dan Eko. Kami bertujuh berangkat dari Ganesha menuju Banjaran dan bertemu Eko di Pos Persatuan Gunung Puntang Indonesia (PGPI). Ramah-ramah orang di pos ini, menyambut kedatangan kami dan memberikan tempat untuk melepas sejenak lelah berkendara dari Kota ke sini. Hawa pegunungan sudah terasa ketika memasuki Kecamatan Cimaung yang menghubungkan kami dengan gerbang Gunung Puntang. Perjalanan dengan motor dan jalan aspal yang mulus, rangkaian pegunungan Malabar sudah terpampang jelas di depan mata.

Kami mulai mendaki pukul 13.30 WIB hari Sabtu, awal medan langsung disuguhi trek menanjak dan banyak produk vulkanik berupa bongkah batu yang tersebar tak menentu di kebun penduduk. Beberapa dari kami cukup kewalahan dengan medan ini. Beberapa kali kami mengambil nafas dalam istirahat. Selanjutnya, medan berupa tanah dengan akar-akar pohon sebagai pegangan. Tanah ini basah dan tak jarang kami terpeleset sehingga memerlukan pegangan tali pada akar pohon. Cukup banyak pendaki yang baru turun dari puncak. Kami saling bertegur sapa.OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Kami sampai di Pos 3 Batu Kereta sambil mengambil beberapa gambar. Tenda kami dirikan di pos sebelum ini untuk menjaga keselamatan, nampaknya angin berhembus cukup kencang di pos yang lebih tinggi. Kami bangun dua tenda dan mulai memasak makanan untuk mengisi perut karena dari siang belum makan nasi. Sambil mengobrol dan bercanda-canda kami menikmati malam pertama di Puntang.

Jam 03.00 WIB hari Ahad kami harus bangun untuk Summit Attack.

Kami bangun dan briefing sebentar karena akan melakukan perjalanan malam. Sebelumnya ketika menjelang tengah malam banyak pendaki yang baru lewat dan mau ke puncak. Malam minggu di kawasan gunung ini memang selalu ramai.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Summit Attack dimulai. Tenda dan barang-barang ditunda. Kami hanya bawa makanan dan air. Perjalanan dari tempat kami nge-camp hingga puncak sekitar 1 jam. Medan yang dilalui berupa jalanan tanah dan produk piroklastik dengan kemiringan yang terjal. Membuat suara kecapekan menghinggapi pagi menjelang Subuh itu. Pemandangan yang tersaji ketika hampir mencapai puncak sangat indah. Di Pos 2 kami melihat kawasan Bandung Selatan menampilkan gemerlap cahaya dengan lantunan Adzan Subuh menggema di kawasan ini. Langit cerah. Bulan dan bintang sepakat menghiasi langit di atas kepala kami. Dan kami tiba di puncak. Pemandangan sangat indah…

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

3 pemikiran pada “Mentari Lembut Di Puntang

  1. Ping balik: Pendakian Gunung Sepanjang 2014 | Jejak Destinasi

Komentar ditutup.