Cikuray (Tektok)

Perjalanan pertama saya di gunung adalah Gunung Cikuray. Bisa baca di sini:

http://www.hujungdestinasi.wordpress.com/2013/08/25/cikuray-di-atas-awan-garut/

Bulan Maret kemarin saya kembali ke gunung ini untuk tektok, tidak nge-camp di puncak, bersama seorang teman yang juga suka bertualang di alam.

100_5523

Cikuray sepertinya bertipe stratovolcano berupa gunung berkerucut berlokasi di selatan kota Garut, Jawa Barat. Ketinggiannya 2.818 meter mdpl dan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Ceremai (3078 mdpl), Gunung Pangrango (3019 mdpl), dan Gunung Gede (2958 mdpl).

Saya bersama teman berangkat menggunakan motor dari Bandung menuju Garut kemudian ke arah Kecamatan Cilawu di Desa Dayeuh Manggung, bisa juga di Sukamulya. Kami melewati area perkebunan dan harus membayar administrasi sebesar 10.000/orang. Perjalanan di area perkebunan ini berbatu, jadi lumayan berat juga pake motor bersama dua orang. Kami tiba di Pemancar, di sini biasa tempat mengambil air, banyak warung untuk jajan, dan penitipan motor. Kami mulai pendakian 08.30 WIB dari sini. Pendaki di sini sangat banyak, karena bertepatan dengan hari Nyepi. Banyak orang dari Jakarta memilih berlibur ke gunung ini. Sepanjang perjalanan naik kami melewati banyak rombongan sambil menyapa.

100_5531 - Copy 100_5524

Ketika perjalanan naik, hari cerah, medan tidak berlumpur, pemandangan masih sama seperti yang dulu saat saya mendaki pada 2013. Yang beda kali ini, kami hanya tektok bersama dan lebih banyak pendaki yang naik.

Kami tiba di Puncak pukul 11.30 WIB. Selama 30 menit kami beristirahat dan melihat pemandangan sekitar, banyak tenda berdiri di sini, sangat penuh. Pemandangan di sini ditutup oleh kabut, kemudian kami turun.

100_5532 100_5546 100_5557

Sepanjang perjalanan turun, para pendaki yang kami temui selalu menanyakan, masih ada ngga tempat nge-camp di puncak atau di Pos Bayangan. Mereka antusias sekali untuk mencapai puncak, ada yang sudah kelihatan lelah juga, dan ada yang nampaknya pendaki pro. Kabut sudah cukup tebal menghiasi area perkebunan. Kami tiba di Pemancar pukul 15.00 WIB, hujan turun dengan deras sekali, kami menunggu reda biar tidak terjadi apa-apa saat bermotor. Hujan reda pukul 17.00 WIB, kami langsung melesat melewati area perkebunan yang jalannya berbatu, kemudian keluar jalan raya dan lanjut ke jalur Garut-Bandung. Kami memutuskan untuk menginap di mesjid deket Pom Bensin karena kemalaman. Besok paginya baru berangkat ke Bandung.

Pagi itu perjalanan pulang ditemani kabut tipis sepanjang perjalanan, dinginnya udara, dan aliran kencang angin karena motor, membawa sensasi tersendiri.

Tambahan:

– Biasanya Januari-Akhir Maret, gunung-gunung di Garut pada ditutup karena cucaca buruk dan ada pemeliharaan gunung. Tetapi kemarin Cikuray tetap buka pada bulan-bulan itu. Cuma Guntur dan Papandayan yang tutup, baru buka lagi 1 April.

– Gunung Cikuray memiliki kemiringan medan yang terjal dan panjang, yang pemula harus didampingi pendaki yang sudah biasa naik gunung atau yang sudah pernah naik Cikuray. Kalo musim hujan, jangan lupa bawa jas hujan, musim kemarau bawa persediaan air sejak dari tempat awal berangkat.

– Pake sepatu lapangan, jangan sendal, karena kurang aman buat perjalanan yang lama menuju puncak.

– Persiapkan fisik dan sering berolahraga, karena bakal capek banget kalo ga biasa pas naik.

– Untuk tempat nge-camp bisa di puncak, Pos Bayangan ama Pos di antara Pos Bayangan ama Puncak.

Referensi Lain:

http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html