Tes WIKA

Pada kesempatan kali ini saya akan sharing mengenai pengalaman saya ikut rekrutmen kerja PT WIKA. Wika adalah perusahaan yang konsen di bidang infrastruktur. Banyak proyek besar di negeri ini yang di pegang perusahaan tersebut. Tahun ini saja WIKA punya proyek bendungan di Aceh, Tol Bogor Ciawi Sukabumi (BOCIMI), Kereta Cepat Jakarta-Bandung, bahkan ada proyek di Myanmar dan Timur Tengah.

Setelah ikut ITB Career Days, saya dapat undangan untuk ikut Tes Psikotes di Balai Pengembangan dan Inovasi Psikologi di Jalan Juanda, Dago pada tanggal 6 Mei. Tes berlangsung sekitar 4 jam mulai pukul 08.00 WIB. Tipe tes nya adalah ICT, terdiri dari kemampuan verbal, penalaran, numerik, kemudian ada Wartegg Test (8 kotak gambar), tes menggambar pohon dan orang, dan Tes Koran Pauli. Pada tahap ini, saya yakin sekali dengan jawaban-jawaban pada tes verbal, numerik, dan penalaran karena sebelumnya sudah terbiasa dengan soal-soal psikotes. Untuk Tes Koran Pauli, yang menjadi kunci adalah kecepatan, ketepatan, dan konsistensi. Untuk tes menggambar pada Wartegg Test kita gambar yang bentuk melengkung berupa benda hidup, yang bentuk garis berupa benda mati. Pada tes menggambar pohon, biasanya diberi tahu aturannya tentang pohon yang dilarang digambar, sedangkan untuk menggambar orang kita nanti dimintai kelebihan dan kekurangannya. Pengumuman yang lolos tahap ini hari itu juga pada malam harinya. Dari 240 peserta Tes Psikotes diambil 108 orang untuk tahap berikutnya.

Saya lolos untuk tahap selanjutnya, yaitu Diskusi Kelompok dan Wawancara Psikologi. Pada Diskusi Kelompok atau biasa juga disebut Focus Grup Discussion (FGD) ini masing-masing dari kita secara berkelompok mesti diskusi penyelesaian permasalahan yang terjadi. Kemudian pada wawancara, psikolog menanyakan dan menggali personalia dari masing-masing peserta. Saya tidak lolos dari tahap ini untuk menuju Wawancara User dan HRD.  Dari 108 orang ini hanya diambil 28 orang untuk tes berikutnya.

Mungkin ada beberapa hal yang saya rasa menjadi alasan kenapa saya tidak lanjut ke tahap berikutnya. Pertama, pada saat FGD, meskipun saya mengungkapkan pendapat dengan baik dan pendapat saya berkesimpulan sama dengan kelompok, tetapi saya dinilai oleh panitia cenderung diam. Mungkin ada benarnya juga, dari kelompok saya, teman saya yang aktif sekali mengemukakan pendapat berhasil lolos. Kemampuan untuk mencari solusi yang bisa disepakati bersama dan cara mempengaruhi orang lain serta ide-ide keren mungkin menjadi nilai lebih bagi panitia. Kedua, pada saat wawancara, memang saya sempat hilang fokus dengan menyatakan kenapa IPK saya tidak maksimal karena ada mata kuliah yang kurang disenangi. Hal ini mungkin saja bisa berpengaruh terhadap performa karyawan saat nanti dia bekerja menangani hal yang tidak dia sukai. Ketiga, WIKA mencari orang yang Long Term Commitment. Pada saat wawancara juga, saya menyatakan saya mau bekerja di WIKA untuk mencari pengalaman terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke S-2. Teman saya yang lolos bercerita pada akhir wawancara, dia bilang “saya adalah tipe yang komitmen, sekali masuk perusahaan, saya tidak mudah untuk keluar” ke psikolog yang mewawancarainya. Pada akhirnya, teman-teman saya satu jurusan cukup banyak yang lolos ke Wawancara User dan HRD. Mereka adalah tipe yang sesuai dengan kriteria perusahaan WIKA. Ohia, satu lagi yang hampir lupa, saat wawancara, WIKA juga mengejar terus peserta untuk pertanyaan tentang inovasi. Mungkin bagi teman-teman yang lain, diingat lagi inovasi apa yang pernah dilakukan dan inovasi apa yang akan diberikan kalo keterima di WIKA.

Setelahnya ada tahapan Medical Check Up. Teman saya satu jurusan di ITB, hanya 3 orang yang berhasil lolos ke tahap ini… Semoga mereka sukses. Aamiin. Jujur saya senang jika oranglain bisa sukses🙂

4 pemikiran pada “Tes WIKA

    • Biasanya yang ditanyakan psikolog adalah pertanyaan-pertanyaan sederhana dan apa yang pernah kita jalani selama masa sekolah atau kuliah, kayak bagaimana pengalaman berorganisasi dan ceritakan pengalaman mengambil keputusan di saat kritis, kemudian dari pertanyaan-pertanyaan sana berkembang ke banyak hal. Psikolog bisa mengetahui karakter yang diwawancara dari jawaban dan sikapnya ketika menjawab. Yang penting jawab dengan sederhana dan jujur. Terus biasanya dikejar tentang Long Term Commitment. Kita perlu meyakinkan bahwa Wika adalah perusahaan yang benar-benar cocok dengan kita dan kita bisa memberikan kontribusi lebih baik pada saat menjadi karyawan nantinya. Terakhir, kemarin saya dapat juga pertanyaan tentang inovasi yang pernah dilakukan dan apa kira-kira yang bisa diberikan agar WIKA menjadi lebih baik. Di sanalah yang akan jadi poin penilaian psikolog untuk meloloskan kita.

      Kurang lebih begitu mas🙂
      Selamat berjuang

      Suka

Komentar ditutup.