Georeferencing

Kali ini kita akan sama-sama bahas cara melakukan georeferencing di Global Mapper. Sebelumnya mari kita ikuti ulasan singkat berikut:

Sistem koordinat :

-Latitude Longitude

Membagi bumi menjadi 4 zona dengan satuan derajat, menit, detik

Contoh : 107°24’30” E, 6°48’30” S.

-UTM

Membagi bumi tiap 8° horizontal dan 6° vertikal dan dipisahkan utara-selatan melalui garis khatulistiwa.

Peta memiliki kedua sistem koordinat tersebut, tetapi peta dalam  format jpeg, tiff, bmp, dan lain-lain (kecuali geotiff) atau yang lebih dikenal dengan data raster, jika diinput ke dalam suatu sistem informasi geografis belum memiliki nilai sistem koordinat untuk itu perlu dilakukan georeferencing.

Fungsi Global Mapper:

-Identik untuk mengindentifaksi  dan menganalisis DEM (Digital Elevation    Model), contoh : SRTM (Shuttle Radar Topographic Mission, tetapi ada   yang menyebut juga Satelit Radar Temathic Map).

– Berfungsi baik untuk meregristasi peta (georeferencing) karena tidak   memakan memory yang besar.

– Dapat menginput DEM menjadi peta topografi dalam bentuk garis kontur.

Berikut langkah-langkah melakukan georeferencing di Global Mapper:

– Buka Global Mapper, setelah itu klik File-Open Data File.

– Ubah format open menjadi All Supported Raster File.

– Buka peta geologi dalam bentuk jpeg atau tiff.

– Kemudian pada Global Mapper akan meminta pilihan untuk meregister peta atau tidak.

– klik yes utk merigester peta.

GMa

 

GMb

 

GMc

 

GMd

 

GMe

– Setelah 4 titik sudah memiliki sistem koordinat klik oke.

– Lalu klik File-Export Raster and Image Format-Pilih Geotiff.

– Pada Export Bounds pilih Lat/Long lalu oke.

– Simpan dengan nama yang diinginkan.

Referensi: Praktikum Sistem Informasi Geologi, Teknik Geologi ITB.