Palu

Palu adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia merupakan kota yang terletak di Sulawesi Tengah. Berbatasan dengan Kabupaten Donggala di sebelah barat, dan abupaten Sigi-Biromaru di sebelah selatan dan utara, Kabupaten Parigi-Moutong di sebelah timur dan Selat Makassar di sebelah barat dan utara. Kota Palu merupakan kota lima dimensi yang terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk. Koordinatnya adalah 0,35 – 1,20 LU dan 120 – 122,90 BT. Kota Palu dilewati oleh garis Khatulistiwa. Penduduk Kota Palu berjumlah 342.754 jiwa (2012) (Wikipedia).

Saya berdiri di Bandara SIS Al-Jufri Palu. Sepanjang bentangan di luar bandara, gunung-gunung dengan kokoh menghampar di tengah cuaca yang akan cerah siang harinya. Batuan penyusun gunung-gunung di sini didominasi batuan metamorf sekis dan genes. Kegiatan saya selama enam hari terakhir adalah mendeskripsi batuan dari beberapa bore hole sepanjang jalan Tawaeli-Toboli. Banyak longsoran juga yang perlu dideskripsi litologi di bawahnya.

100_5870
Foto diambil dari Bandara SIS Al-Jufri.

Batuan metamorf dibandingkan jenis batuan lain seperti sedimen dan beku, memiliki kekerasan yang lebih besar karena proses metamorfisme yang bekerja terhadap batuannya. Dia bisa mengalami proses penambahan tekanan atau suhu dengan tidak merubah komponen kimianya dan berlangsung dalam fasa padat. Di Palu, batuan metamorf ini sudah mengalami banyak rekahan, sehingga jika dikupas untuk pembuatan jalan bisa berbahaya karena memengaruhi kestabilan lerengnya.

100_5779
Kondisi Lereng yang terjal sepanjang jalan yang menghubungkan Tawaeli – Toboli.

Di sana juga ada legendara Mintira, sebuah kota gaib menurut penuturan masyarakat. Entah benar tidaknya, bukan soal. Cerita tersebut sangat terkenal di kalangan warga di sana, pernah ada yang masuk dan melakukan berbagai kegiatan, ada juga yang diberi uang, dan ada juga yang sempat ketemu dengan penguasanya.

100_5812
Core Box berisi batuan hasil pemboran yang akan dideskripsi.

Selain itu, kemarin-kemarin ramai di media, berita tentang Daengkoro Santoso, seseorang yang dicari sebagai teroris. Sempat baku tembak. Santoso beserta kelompoknya disinyalir tinggal di sepanjang hutan antara Palu dan Poso dan melakukan kegiatan pelatihan berminggu-minggu di sana.

100_5861
Suasana langit di sore hari.

Ada banyak cerita selama saya di Palu, secara umum masyarakat di sana baik dengan logat khas sana ketika berbicara. Tak lupa kami juga pergi ke Pasar Akik untuk membeli beberapa cinderamata khas Palu. Di antaranya ada Candel, akik yang warnanya hitam, kalau disenter transparan dengan memperlihatkan warna hijau, ada juga Badar Besi yang punya kandungan magnet, dan Daging Gorontalo berwarna merah daging yang sifat transparannya bagus.

100_5842
Jajakan batu akik di pasar.

Palu, 20-25 Juni 2015