Kuartet Sumedang

Ceritanya, bulan November 2013 saya mengajukan diri untuk jadi mahasiswa di bawah bimbingan Pak Imam. Kemudian, saya mengajak teman-teman yang lain untuk juga ikut bergabung. Di dapatlah Iyo, Teguh, dan Ara. Selama dua bulan, kami tentukan topik dan lokasi Tugas Akhir yang akan kita kerjakan. Semuanya sudah disepakati, kita memilih Sumedang untuk menjadi objek penelitian Tugas Akhir. Kami berempat berangkat pada Akhir Februari 2014, daerah kami masing-masing berbeda tetapi berdekatan. Iyo dan Teguh di Kecamatan Buah Dua, sedangkan saya dan Ara di Kecamatan Ujungjaya. Daerah kami adalah daerah dengan Zona Sesar yang dikenal sebagai Sesar Baribis, yang diambil dari nama pegunungan atau perbukitan.
mis10-08.jpg

Selama satu bulan penuh, kami berkutat dengan objek masing-masing, berusaha mengumpulkan data lapangan sebanyak dan selengkap mungkin. Kami sudah dilatih sebelumnya melalui berbagai macam kuliah kelas dan kuliah lapangan. Berbagai macam metoda telah kami terapkan, mulai pengukuran strike-dip hingga penentuan struktur-struktur geologi yang membentuk daerah kami. Kami melihat jenis batuan yang sama terhampar di daerah masing-masing. Di Buah Dua kami temukan Batulempung Formasi Subang, begitu juga di Ujungjaya kami temukan batuan tersebut yang memiliki ciri khas konkresi dan warnanya yang abu kehitaman. Khusus di daerah saya kenampakannya berupa tebing-tebing batuan yang tergerus aliran Sungai Cipanas. Udara di Sumedang begitu panas, wajar, karena kami berangkat menjelang musim kemarau. Belum lagi, masing-masing dari kami punya jatah untuk mengambil sampel swelling yang dititipkan koordinat pengambilan lokasinya oleh Pak Imam. Batulempung Formasi Subang ketika kering mereka bertekstur konkoidal dan ketika basah mereka bisa menyerap sejumlah air dan dapat mengembang. Berat satu sampel bukan main, mungkin satu sampel bisa 20 kg beratnya. Apalagi, jarak pengambilan sampel hingga ke basecamp lumayan jauh. Belum lagi daerah saya yang paling susah, karena harus melewati tiga bukit baru tiba di basecamp. Tapi semua itu berlalu hingga kami tiba di Bandung.
DSC02802

Di Bandung, perjuangan dilanjutkan dengan mengolah, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari geologi daerah penelitian kami. Semua bagian digabungkan hingga akhirnya diperoleh sejarah geologi daerah penelitian “versi kami”. Banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang dicurahkan untuk Tugas Akhir ini. Masing-masing merasakan sejauh mana mereka mendapatkan banyak pemahaman geologi. Bimbingan dengan Pak Imam, studi literatur, juga diskusi terus berlangsung, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
IMG-20150709-WA0002

Saya, Teguh, dan Ara menyelesaikan sidang sarjana pada waktu yang berdekatan. Iyo agak telat dan hari ini menyusul sidang. Alhamdulillah, Kuartet Sumedang sudah komplit menyandang gelar Sarjana Teknik di bidang Geologi. gelar ini adalah legitimasi dari universitas atas keberhasilan kami lulus ujian akhir setelah 4-5 tahun berada di kampus Gajah. Semoga gelar ini, menjadi penyemangat bagi kami untuk berkontribusi bagi masyarakat dan negara.
IMG_20150709_130700

Sekali lagi selamat buat kita semua. Semoga jalan di depan menuntun kita menuju kesuksesan. Keep Fighting!

See You On Top!

Bandung, 9 Juli 2015