S2 ITB

Saya ingin jadi dosen. Begitu yang saya katakan saat wawancara S2 ITB. Pak Yan juga menanyakan rencana studi dan tesis saya jika diterima S2 di ITB. Hal yang sama juga saya ungkapkan ke Pak Imam, dosen pembimbing S1 saya.

Di saat teman-teman yang lain sudah bekerja dan ada juga yang pergi ke luar negeri untuk S2, saya memilih kuliah S2 di ITB. Bukan tanpa alasan, karena memang saya juga perlu persiapan lebih jika ingin ke luar negeri. Saya memilih untuk menimba ilmu geologi teknik di Indonesia dan berencana mendapatkan Beasiswa Voucher ITB sehingga bisa menjadi asisten riset dan lab di sini.

Cukup panjang proses yang saya jalani ketika masuk ITB. Bulan April saya lengkapi semua berkas persyaratan calon mahasiswa S2 ITB baik yang printout maupun yang on line. Kemudian menunggu pengumuman, saya juga tes bahasa inggris dan Tes Potensi Akademik yang merupakan bagian dari persyaratan tersebut. Bulan Juni, di awal bulan saya diterima sebagai calon mahasiswa baru S2 ITB dan juga ada pengumuman Beasiswa Voucher. Saya pergi mengurus berkas persyaratan ke sana ke mari. Salahsatu berkasnya adalah kesediaan untuk menjadi asisten lab dan asisten riset. Saya nantinya akan membantu riset Pak Imam tentang pemodelan longsor di daerah vulkanik.

Sambil menunggu pengumuman beasiswa Voucher saya pergi ke Palu untuk projek tentang logging batuan dari PU.

Pengumuman Beasiswa Voucher, baru diumumkan akhir Bulan Juli dan Alhamdulillah saya dapat beasiswa tersebut untuk 1 semester ke depan. Untuk semester berikutnya, rencana akan saya ajukan beasiswa lain yang ada di Kampus ITB.

Terakhir, hari Senin kemarin, tanggal 10 Agustus mahasiswa baru pascasarjana (S2 dan S3) melakukan sidang terbuka di Sabuga. Saya datang dan cukup terharu, mengingat kembali, dulu saya dilantik sebagai mahasiswa S1 di tempat yang sama dan kemarin resmi menjadi mahasiswa S2 ITB. Terharu karena banyak orang yang berjuang hingga saya diterima S2 di ITB dan sampai saya saat ini.

Ada petikan yang saya ambil ketika sidang terbuka: “Padi semakin tua semakin menunduk, dia ditanam melalui proses yang kompleks dalam jangka waktu yang lama, begitu juga mahasiswa di universitas. Universitas berasal dari kata universe, alam semesta. Mahasiswa dapat menjelajahi alam semesta di universitas, tidak usah pergi jauh-jauh ke alam semesta sesungguhnya. Pada akhirnya, hasil perjuangan tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa”

“Selamat datang kembali di ITB”.

2 pemikiran pada “S2 ITB

  1. Maaf kak mau tanya mengenai beasiswa voucher. Beasiswa ini hanya untuk lulusan itb ya? Kemudian untuk road map penelitian bisa didapatkan dimana ya? Kalau bisa, tolong share sedikit dong mengenai tips lolos beasiswa voucher. Terimakasih sebelumnya🙂

    Disukai oleh 1 orang

    • Salam kenal untuk Yunita. Beasiswa voucher ini hanya biaya SPP aja. Di kampus lain mungkin juga ada, bisa jadi dengan nama yang berbeda. Kalo di S2 ITB, roadmap penelitian didapat dari dosen yang mau nerima kita jadi asisten selama nanti jadi penerima beasiswa voucher. Jadi di formulir persyaratan beasiswa ini, ada isian ketersediaan jadi asisten dan roadmap penelitian. Cari dosen yang mau nerima kita, lebih bagus dosen itu ahli di bidang yang sesuai minat dan sejalan ama tesis yang bakal kita kerjakan, sekalian jadi dosen pembimbing juga nantinya.🙂

      Suka

Komentar ditutup.