Setiap Orang Punya Ceritanya Sendiri

Iya, sesuatu yang saya dapatkan dari sangat sedikit ilmu kehidupan. Setiap orang punya ceritanya sendiri, yang tidak sama dengan orang lain. Adakah orang di dunia ini yang jalan atau kisah hidupnya sama persis? Mungkin hampir mirip bisa jadi ada.

Kuliah S-1 saya selesaikan di ITB. Suatu nikmat sangat besar yang saya terima dari Allah Subhanallohu Wata’ala.  Mendapat beasiswa dari Pemprov Jabar dan juga mendapat beasiswa Chevron. Pada satu titik, saya selalu berpikir, bahwa saya tidak bisa mempertanggungjawabkan kedua beasiswa ini. Satu benang merah yang sama, saya garis bawahi dari kedua beasiswa ini adalah kembalilah ke daerah untuk bermanfaat bagi masyarakat. Karena adalah tugas kita untuk membangun daerah.

Banyak orang-orang, teman-teman, dan para pembina yang sangat inspiratif memberikan kisah hidupnya tentang pentingnya membangun daerah. Teman saya dari Keluarga Pelopor banyak yang sudah menamatkan pendidikan sarjananya di ITB dan terus merintis jalan kehidupan mereka untuk mengejar sebaik-baiknya hasil. Ada yang sudah, sedang, dan akan meneruskan pendidikan magister di Jepang, Korea, Inggris, Belanda, dan juga di Indonesia. Banyak teman-teman Pelopor yang juga sudah bekerja di perusahaan nasional maupun multinasional, di perusahaan-perusahaan yang besar maupun yang potensial. Mereka menjalani S-1 dengan sabar dan perjuangan serta mendapatkan hasil sesuai harapan karena tiada hasil yang menipu usaha. Mereka memilih untuk membuat kisah suksesnya sendiri yang didukung oleh orang-orang di sekitarnya. Banyak sekali kisah yang tertinggal di belakang yang selalu dapat membinarkan mata dan hati kami ketika kembali diputar dalam sebuah kumpul temu. Selain itu, ada juga teman-teman yang aktif di berbagai kegiatan masyarakat dan berkontribusi secara nyata dalam peran membangun masyarakat. Sebagai ujian untuk memikul tanggungjawab lebih yang mana dari sanalah cita-cita pembangunan yang lebih besar dan menyeluruh dapat tergapai.

Di komunitas Sahabat CGS di mana saya mendapatkan beasiswa Chevron ketika S-1, saya mendapatkan sebuah semangat dan potensi untuk berkontribusi di daerah secara lebih nyata. Kami dibina oleh para kompeten dan juga bertemu tokoh-tokoh besar dari Chevron dan juga Dompet Dhu’afa. Beliau-beliau menekankan pentingnya kalian untuk berkontribusi bagi daerah. Kalian adalah satu dari sekian banyak anak dari Pamijahan-Kalapanunggal-Kabandungan yang sangat beruntung bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang mana itu adalah “barang” yang sangat mahal dan sulit bagi kebanyakan orang di kampung. Iya, memang benar, dari sanalah semangat membangun daerah asal yaitu Pamijahan -karena saya lahir di sini, begitu deras mengalir dalam tubuh saya. Cukup banyak kegiatan kemasyarakatan yang kami lakukan di bawah komunitas S-CGS. Dengan sinergi bersama DD dan Chevron kami tidak bekerja sendirian. Saat ini, konsen kami (S-CGS) memang masih dalam pendidikan seperti pelatihan SNMPTN, sosialisasi beasiswa, stand informasi CSR kepada masyarakat, dan sebagainya. Orang-orang di dalam S-CGS adalah orang-orang sama seperti saya, yaitu anak kampung. Masing-masing dari kami memiliki semangat yang besar untuk memperjuangkan pembangunan di daerah. Saya bisa melihat setiap sorot mata mereka yang tajam, begitu semangat untuk memberikan manfaat paling besar bagi daerahnya. Saya termasuk alumni dari beasiswa ini. Alumni yang lain sudah ada yang bekerja dan ada yang melanjutkan pendidikan magister. Begitu juga ada adik-adik komunitas yang masih di perguruan tinggi. Prestasi-prestasi mereka di perguruan tinggi ternyata begitu keren, ada yang lolos sebagai duta provinsi untuk ikut berbagai kegiatan dari kementerian, ada yang mendapatkan konferensi dan pertukaran pelajar di luar negeri, dan ada juga yang berprestasi dalam kegiatan perlombaan yang diadakan di dalam negeri.

Memang, tidak semua orang bisa menjalani kehidupan sukses yang sama dengan orang lain. Saya selalu merasa iri ketika melihat prestasi dan kontribusi besar dari teman-teman saya di komunitas beasiswa Pelopor dan S-CGS. Tapi, saya yakin tiap orang memiliki jalan kehidupannya masing-masing yang itu saling berbeda satu sama lain. Mohon doa, semoga saya bisa konsisten mengejar impian saya untuk mejadi dosen dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

Dan teruntuk teman-teman saya di Pelopor dan S-CGS. Saya bangga dengan kalian. Kalian begitu inspiratif, sangat senang bisa terus mengenal dan melihat kalian dengan semangatnya yang tinggi dalam hal layaknya sebuah kehidupan diperjuangkan.

See you all on top!

Bandung, 21 Agustus 2015