LONGSORAN BESAR YANG DIPICU OLEH TOREHAN SUNGAI PADA CEKUNGAN DUERO KENOZOIK (SPANYOL)

ABSTRAK PANJANG

PENDAHULUAN

Longsoran yang disebabkan oleh torehan sungai umumnya terjadi pada kaki lereng atau pada lidah (toe) yang teraktivasi dari longsoranan sebelumnya. Cekungan Duero adalah cekungan terbesar di Peninsula Iberia (98.073 km2). Tiga area drainase dapat dibedakan berdasarkan ciri geologi dan topografinya yaitu Cekungan Duero Kenozoik, Tepi Barat Cekungan Kenozoik, dan Daerah Rendahan Duero. Pada Cekungan Duero Kenozoik terdapat Sungai Duero yang bersumber dari Rangkaian Iberia pada ketinggian 2169 m.

Longsoran besar terjadi hanya di bagian tengah Cekungan Duero Kenozoik. Secara geologi, daerah ini merupakan cekungan depan daratan yang pada awalnya berkembang sebagai cekungan endorhoik besar. Daerah ini dibatasi oleh rangkaian pegunungan yang dihasilkan selama orogenesa Variscan dan Alpin. Pada bagian barat, daerah ini dibatasi oleh Iberian Massif, Rangkaian Cantabriann di utara, Rangkaian Iberia di timur, dan Sistem Tengah di selatan.

Pada bagian tengah Cekungan Duero Kenozoik, satuan litostratigrafi dari bawah ke atas terdiri dari Satuan Aragonian Bawah, Satuan Pedroso de la Abadesa (Miosen Tengah-Atas), Satuan Duenas (Miosen Tengah-Atas), Satuan Tierra de Campos (Miosen Tengah-Atas), Satuan Cuestas (Miosen Tengah), Satuan Calizas del Paramo (Miosen Atas), dan Satuan Endapan Kuarter.

Pada bagian tengah Cekungan Duero Kenozoik terdapat tiga kelompok struktur rekahan yaitu rekahan berarah timurlaut-baratdaya berupa sesar normal dengan orientasi searah aliran Sungai Pisuerga di tengah cekungan.

Konfigurasi geomorfologi saat ini berkaitan dengan pembukaan cekungan endorhoik pada umur Pleistosen. Kedalaman maksimum dari torehan di bagian tengah Cekungan Duero Kenozoik berdekatan dengan pertemuan Sungai Duero-Pisuerga yaitu 100-600 m.

Di daerah kering seperti Cekungan Duero dengan litologi batuan sedimen subhorizontal yang berbeda-beda komponennya, erosi telah membuat pola morfologi terhadap lereng dibatasi oleh batuan resisten dan gawir-gawir. Sepuluh longsoran ditemukan di bagian tengah Cekungan Duero Kenozoik yang berkaitan dengan lembah Sungai Duero dan Pisuerga. Dalam cekungan tersebut diamati adanya longsoran rotasional besar pada bagian tengah, bersamaan dengan hadirnya lempung berplastisitas tinggi dan resistensi rendah pada Satuan Duenas.

Selain longsoran besar, proses pergerakan massa lainnya dapat diamati. Di daerah utara  Cabezon, sisi lembah dengan panjang 5 km bersesuaian dengan arah aliran Sungai Pisuerga. Terdapat tiga meander sungai yang saat ini menyebabkan erosi pada bagian lidah (toe) lereng. Gerakan massa yang terjadi berupa tipe gelinciran rotasional, jatuhan batuan atau jungkiran, dan aliran tanah.

METODE

Metode yang digunakan adalah pemetaan dan analisis sepuluh longsoran yang berlokasi di bagian tengah Cekungan Duero Kenozoik. Untuk mendukung data pemetaan, dilakukan metode remote sensing (stereofotografi udara). Pengukuran keaktifan longsoran dilakukan dengan monitoring sejak tahun 2002 menggunakan Dual-frequency GPS receivers-Leica GPS System 530 dengan antena AT502. Pada beberapa longsoran, dilakukan pengukuran sistematik langsung pada beberapa bagian dan digunakan juga alat inklinometer.

Pengujian geoteknik dilakukan untuk menghasilkan parameter dalam back-analysis menggunakan software Slide 6.0. Analisis XRD dilakukan untuk mempelajari mineralogi sampel. Sementara itu untuk menentukan umur longsoran Hontoria (contoh longsoran yang paling representatif) dilakukan dating 14C menggunakan teknik AMS.

 HASIL DAN ANALISIS

Semua longsoran yang berkembang berkaitan dengan meander sungai besar pada lereng (elevasi 160 m) endapan Miosen. Pada Sungai Duero dengan arah timur-barat, longsoran yang terjadi berada pada tepi sebelah kanan, sedangkan pada Sungai Pisuerga yang berorientasi timurlaut-baratdaya menghasilkan longsoran pada tepi sebelah kiri. Arah dari sungai-sungai tersebut berkaitan dengan dua arah utama struktur rekahan di Cekungan Duero. Perekahan ini menyokong perkembangan retakan tensional pada batugamping Paramo dan bagian paling atas Satuan Cuesta.

Pada Lembah Duero, empat longsoran diidentifikasi yaitu Los Canonigos (373-5) berupa longsoran roto-translasional, La Curva (373-4) berupa longsoran besar roto-translasional ganda, Granja de Sardon (373-3) merupakan longsoran terbesar dari semua longsoran, melibatkan material lebih dari 50 hm3, Penalba (373-2) yang pada awalnya berupa longsoran besar roto-translasional di atas lapisan lempungan subhorizontal kemudian penorehan sungai menyebabkan jungkiran (toppling) di bawah zona translasional.

Pada Lembah Pisuerga, enam longsoran diobservasi di antaranya Reinoso (312-2) berupa longsoran besar rotasional ganda dengan reaktivasi lanjutan dalam massa yang tergelincir, Monte Reinoso (312-4) berupa longsoran rotasional yang mempengaruhi seri Miosen secara keseluruhan, Hontoria (312-6) yang merupakan longsoran roto-translasional paling representatif di Cekungan Duero, Tariego (312-7) merupakan longsoran roto-translasional ganda yang tidak aktif karena area yang longsor sudah stabil oleh teras Sungai Pisuerga, Cuesta Alta (343-1) berupa longsoran rotasional sederhana, dan Cabezon (343-2) berupa longsoran roto-translasional.

Hontoria
Longsoran Hontoria (312-6). A) Kondisi secara umum. B) Peta geologi dan profil longsoran. C) Pergerakan pada bagian lidah (toe) longsoran. D) Retakan tensional pada bagian mahkota longsoran.

Longsoran Hontoria merupakan tipe longsoran kompleks dengan luas sekitar 0,36 km2 dan volume material sekitar 7 x 106 m3. Pada bagian atas lereng, longsoran mempengaruhi batugamping Paramo dan bagian paling atas Satuan Cuesta yang diiringi berkembangnya retakan tensional.

Tiga satuan litostratigrafi berumur Miosen dari longsoran Hontoria terdiri dari:

  • Satuan Cuesta, terdiri dari dari marl, lempung marl, gypsum, batugamping, dan dolomit. Sampel yang diuji berupa lapisan paling lempungan yang memiliki plastisitas tinggi.
  • Satuan Tierra de Campos, terdiri dari endapan siliklastik dari lanau, pasir, dan lempung dengan beberapa pasiran dan kerikil mikrokonglomerat. Sampel yang diuji dibagi menjadi tiga bagian dengan Campos I berplastisitas menengah, Campos II berplastisitas rendah, dan Campos III berplastisitas rendah-menengah. Sampel pada Campos I sebagai representatif lapisan lempungan memiliki c′ = 55,2 kPa, ϕ′ = 12° dan sampel Campos II sebagai perwakilan lapisan granular memiliki c′=16,4 kPa, ϕ′=26°.
  • Satuan Duenas dengan litologi lempung, marl lempungan, dan marl. 90% sampel merupakan lapisan sangat lempungan dengan dominan smektit dan ilit. Lapisan ini berplastisitas tinggi dan merupakan zona translasional dari permukaan dasar longsoran. Sampel yang diuji dari longsoran Hontoria pada kedalaman 32 m yang merepresentasikan Satuan Duenas di bawah bidang keruntuhan memiliki c′ = 40 kPa dan ϕ′ =21°.

Dating 14C terhadap longsoran Hontoria menghasilkan umur 2050 ± 40 tahun SM untuk sampel terdalam (3,5 m) dan 1780 ± 35 tahun SM untuk sampel terdangkal (2,6 m).

Back analyses dari longsoran Hontoria dilakukan dengan menggunakan geometri lereng sebelum terjadi longsoran. Dari hasil analisis tersebut, diperoleh nilai Factor of Safety mendekati 1 (1,023). Nilai ini hanya dapat dicapai ketika muka air tanah naik hingga dasar Satuan Tierra de Campos.

KESIMPULAN

Faktor geologi dan geomorfologi terhadap Cekungan Duero relevan terhadap beberapa keadaan berikut.

  • Banyaknya kejadian longsoran di bagian tengah Cekungan Duero Kenozoik dengan laju torehan sungai yang tinggi meningkatkan relief. Erosi sungai lateral terjadi pada bagian kaki lereng yang menghasilkan longsoran. Longsoran ini berkembang pada bagian sisi luar meander yang memotong lidah (toe) lereng lembah.
  • Longsoran besar terjadi mengikuti keruntuhan progresif ketika erosi sungai mencapai lapisan lempung berplastisitas tinggi yang overconsolidated pada Satuan Duenas di bagian tengah Cekungan Duero Kenozoik.
  • Longsoranan besar yang berkembang berkaitan dengan orientasi lembah sungai yang bersesuaian dengan arah regional dari rekahan. Rekahan tersebut menyokong pembentukan retakan tensional di bagian mahkota lereng yang mempengaruhi batugamping Paramo dan Satuan Cuesta bagian paling atas.

Longsoran besar teradi pada beberapa ribu tahun terakhir dan tidak ada kondisi yang memperlihatkan akan terjadi longsor baru di masa depan. Ketidakadaan longsor baru ini berkaitan dengan aktivitas antropogenik.

REFERENSI:

Yenes, M., Monterrubio, S., Nespereira, J., Santos, G., dan Fernandez-Macarro, 2015, Large landslides induced by fluvial incision in the Cenozoic Duero Basin (Spain), Geomorphology 246 (2015), Elsevier, halaman 263-276.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s