Kolase 4: Golden Boys (GB)

Kawan-kawan Golden Boys (GB) ini terdiri dari sekian anak yang jumlahnya fluktuatif. Tidak ada yang tahu, hari ini bisa jadi kawan, besok bisa gabung dengan kelompok lain. Seenggaknya, ada anggota yang komitmen.

Mr. Awang: Beliau adalah pembina kami. Guru bahasa inggris dan pelajaran pembukuan di sekolah kami. Orangnya senang senang-senang, sering ngadain masak-masak di rumahnya, tentu iurannya dari anggota GB. Jadi beliau ini, cuma modal tempat dan alat-alat masak. Perlu kawan-kawan ketahui, entah ini sudah di luar kegilaan atau memang efek komitmen di GB yang luar biasa, saya sampai pernah me-lobby nenek kakek saya untuk dibeli ayam kesayangan mereka hanya demi dimasak para anggota GB. Yang jelas saya merahasiakan dari mana ayamnya didapat. Tapi, sialnya ada anggota GB yang tahu, terus diceritakan pas masak-masak. Mereka semua ketawa-ketawa pecah melihat kelakuan saya.

Mr. Awang juga orang yang menghargai siswa yang pintar, selalu memuji mereka karena kepintarannya dapat diandalkan di sekolah kami. Beliau juga suka main sepakbola, sampai pernah bela-belain main di Cisalada yang jaraknya kurang lebih 10 km di daerah Gunung Kasur, sebelah selatan desa kami dan ditempuh dengan jalan kaki. Semua itu demi sepakbola!

Iroy: Ini dia, our artis. Kalau zaman sekarang, artis Korea jadi idola kaum hawa dan semakin menjadi-jadi. Saya yakin saat itu, Iroy adalah yang tertampan setara dengan artis-artis Korea. Kalau artis Korea katanya banyak yang operasi plastik, dia tidak. Murni putih, kulit wajah dan tubuhnya mulus, diberikan wajah tampan, dan tentu senyumannya menarik para kaum hawa. Jangan ditanya berapa siswi yang jatuh di pelukannya. Dari semua anggota GB, Iroy adalah sosok idaman dan kami cemburu akan pemberian Tuhan kepada dia. Ditambah lagi dia siswa yang pintar, termasuk langganan kalau harus maju ngerjain soal matematikanya Pak Tatang. Orangnya juga baik dan mudah bergaul, tetapi tetap terjaga dari geng-geng tawuran. Bagi kami, mungkin satu kata yang cocok buat dia: Perfect.

Fikri: dia termasuk siswa yang pintar seperti Iroy. Orang yang santun, tidak banyak bicara, dan tidak pernah mencela-cela. Khas orang Sunda. Terlahir dalam lingkungan keluarga yang baik. Salah satu siswa terbaik yang dimiliki sekolah kami. Bahkan ketika dia ketawa dan senyum sekalipun, tidak ada maksud untuk menertawakan atau menyakiti orang lain. Kalau bisa disebut dia orang yang paling baik. Ya, baik akhlaknya.

Dadang: Kalau Iroy adalah our artis, Dadang adalah our atlet. Wajahnya sebenarnya tampan, berkulit lebih hitam dibanding kami semua. Perawakannya tegap, badannya proporsional, tinggi. Secara fisik dia mungkin mendekati Cristiano Ronaldo dengan kulit yang lebih hitam. Bukan hanya fisik, di lapangan sepakbola, dia adalah pemain terbaik, sering mencetak gol, dengan kekuatan tendangan yang hebat, ya seperti CR7. Staminanya juga luar biasa, jauh lebih unggul dari kami semua. Dia termasuk yang cukup sering maju mengerjakan soal matematika.

Mulyadi: Kalau yang ini, Kawan-kawan cukup melihat wajahnya saja sudah ketawa. Sekarang, mungkin kita sering lihat para Standup Comedian yang belum ngomong apapun sudah ketawa, seperti Dodit dan Dana. Seperti mereka, Mulyadi punya bakat untuk melawak. Dia adalah orang paling humoris dan lucu di antara kami semua. Kalau kami kehabisan obrolan di bawah pohon, dia adalah aktor utama untuk memecah keheningan. Kalau kami sedang mengalami kesedihan, dia adalah orang yang tetap senang dan menghibur. Seperti tidak ada kata dan raut susah yang nampak darinya. Jika saya harus belajar hikmah kehidupan, saya belajar dari dia: cara sederhana menikmati kehidupan adalah dengan bersyukur.

Irfan: Biasa dipanggil Ipong. Kalau saya harus memilih, dia adalah orang yang paling pengertian terhadap kawan-kawannya. Seorang pendengar yang baik. Seorang perasa yang baik. Memahami situasi dan kondisi dimana dia harus menempatkan diri dalam suasana kesedihan dan kegembiraan. Ya, kami akan merasa nyaman kalau sewaktu-waktu curhat atau berbicara berduaan dengan dia. Jika berkelompok, dia ikut tertawa, jika keadaan organisasi sedang sedih, dia yang paling terlihat simpatinya. Nampak dari raut muka dan kata-kata yang mengalir dari mulutnya. Dia dengan Mulyadi dan Dadang adalah andalan kami dalam bermain sepakbola. Mereka bertiga hebat. Jika Dadang adalah seorang CR7, maka Mulyadi dan Ipong adalah seorang Toni Kroos dan Luca Modric yang memegang kendali lapangan tengah sekaligus jadi motor serangan.

Ogi: Dia paling imut, istilah sekarang Baby Face. Kulitnya putih, kepalanya bulat, pendek, giginya suka terbuka saat ketawa, dan ada beberapa yang ompong. Kalau ada lawakan yang dipicu Mulyadi dia adalah penangkap reaksi nomor satu. Seketika merambat ke yang lain. Iya, selain memang wajahnya yang imut dan tentu saja lucu, dia adalah seorang yang paling nyaring ketawanya. Dia adalah orang paling rame, dia adalah orang yang kalau dicela, dia balik cela dengan kekuatan humor tinggi. Suaranya yang seperti anak-anak SD menambah kelucuan dari setiap kata yang dia keluarkan.

Aday: Kombinasinya dengan Ogi adalah seperti dua orang yang sedang manggung komedi dengan dipandu MC Mulyadi. Aday dan Ogi ibarat kembar tapi tak mirip. Kami semua menilai kembar dari ketinggian badan yang sama dan struktur muka yang kelihatan mirip tapi tidak terlalu. Aday punya rambut yang lebih jabrik, sedangkan Ogi pendek tipis kayak bayi. Aday saya yakin, jika bernasib menjadi seorang intelijen, dia adalah rekrutan hebat. Saya kagum dengan pandangan matanya yang tajam dan awas. Memang tidak selucu yang lain, tetapi jika yang diobrolkan tentang sesuatu yang bersifat rahasia, dia adalah jago dalam melihat situasi. Dan mungkin hanya bekerja untuk kepentingan yang lebih besar.

Ipay: Dibandingkan dengan yang lain, Ipay adalah orang yang paling murah senyum, selalu tersenyum kapanpun. Sama seperti Mulyadi, tidak ada terlihat raut murung, sedih, atau susah dalam kehidupannya. Dia seorang pesepakbola hebat sama seperti Mulyadi, Ipong, dan Dadang. Dia orang yang pintar seperti Iroy dan Fikri. Dia cukup punya wajah imut dengan kepala besarnya. Dia orang yang nampak paling enjoy ketika berjalan, dengan mengayun-ayunkan tangan dan kaki saat berjalan dengan senyuman ramahnya. Dia adalah orang yang paling merepresentasikan hampir semua karakter yang dimiliki oleh anggota GB.

Misbah: Orang yang pendiam, kadang kalau ada yang lucu, dia tidak ketawa. Wajahnya serius, hanya ketawa kalau ada sesuatu yang benar-benar lucu. Bahkan saat membeli ayam punya nenek kakeknya, dia tidak tertawa saat situasinya memang penuh humor. Dingin sekali berada di sampingnya. Tidak banyak yang diimpikannya. Dia punya kekaguman pada sebuah buku njelimet tentang segala jenis dunia perhitungan tingkat tinggi dengan sampul belakang bergambar gajah warna putih sedang duduk di atas buku. Gambaran itu begitu membekas dalam benaknya. Mungkin saat itu, dia bermimpi bisa bertemu sang gajah.

Sebenarnya ada beberapa orang yang sempat masuk, tetapi pada akhirnya keluar dari organisasi. Yang pasti kesemua orang di atas selalu bersama-sama ketika ada event, berkumpul di sekolah, masak-masak, atau bemain sepakbola.

Continued to Kolase 5

cikalnews.com

cikalnews.com

 

 

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s