Menjadi Dosen dalam #10TahunLagi

Impian saya #10TahunLagi adalah menjadi dosen tetap. Keinginan menjadi dosen dikarenakan akses yang luas terhadap proses belajar dan pengembangan keilmuan yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. Proses belajar atau menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seorang muslim. Ilmu yang diperoleh juga bisa disebarluaskan dan diajarkan kepada mahasiswa sebagai amal jariyah atau kepada lembaga-lembaga yang bekerjasama atas keahlian seorang dosen. Dosen bisa bahu membahu bersama kelompok keahlian, bantuan asisten akademik, serta lembaga-lembaga pemerintah atau industri untuk bersinergi dalam mendukung proses penyelenggaraan negara.

Saat ini (tahun awal dari rangkaian impian #10TahunLagi), saya berstatus sebagai mahasiswa magister Teknik Geologi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Untuk satu tahun ke depan, saya masih bekerja sebagai asisten di Laboratorium Geologi Teknik ITB dan menyelesaikan beberapa mata kuliah di semester ketiga dan keempat (terakhir). Di semester terakhir tersebut, saya membantu dosen untuk terlibat dalam evaluasi proyek Perusahaan Listrik Negara (PLN) terhadap underground powerhouse yang dibangun di Takengon untuk memenuhi kebutuhan listrik di Provinsi Aceh. Saya juga merencanakan tesis dengan tema mineral lempung. Fokus penelitian tesis tersebut adalah pengaruh mineral lempung dalam rekayasa terowongan pembangkit listrik di Takengon, Aceh. Mineral lempung sendiri memiliki peran besar dalam mempengaruhi suatu infrastruktur. Sifat khas mineral ini yang mampu mengembang saat basah dan menyusut saat kering memicu ketidakstabilan tanah atau material dalam suatu rekayasa. Sebagai contoh adalah kasus Tanah Hambalang di Bogor untuk rencana pembuatan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) yang terbengkalai karena proses konstruksi yang tidak berjalan dengan baik. Hal ini salah satunya diakibatkan perhatian yang kurang terhadap keberadaan tanah bermineral lempung pada tahap investigasi lapangan.

Dua tahun setelah itu, saya akan menjadi asisten akademik di Kelompok Keahlian Geologi Terapan ITB. Dalam pekerjaan sebagai asisten akademik, saya akan banyak bekerja dalam menyelesaikan proyek-proyek dan riset-riset laboratorium. Kasus-kasus yang diambil dalam riset maupun proyek adalah kasus-kasus yang berkembang di Indonesia. Saat ini pemerintah banyak menggalakkan pembangunan infrastruktur untuk menopang perekonomian negara sehingga permasalahan-permasalahan terkait infrastruktur akan banyak dijumpai dalam masa-masa mendatang. Sebagai contoh, untuk lintasan rel kereta api cepat Jakarta-Bandung akan dapat dijumpai masalah longsoran atau mungkin amblesan tanah pada beberapa lokasi yang mengandung mineral lempung. Contoh lain adalah Ruas Jalan Nasional Tawaeli-Toboli, Sulawesi Tengah yang lereng jalannya tersusun oleh batuan keras metamorf dengan retakan batuan yang intensif. Kondisi tersebut akan menimbulkan permasalahan ketidakstabilan lereng jalan dan longsor-longsor yang bisa membahayakan pengendara. Dalam tahun-tahun itu, saya akan terlibat dalam aktivitas-aktivitas terkait penyelesaian masalah infrastruktur atau kebencanaan di aset-aset vital negara. Selain itu, selama dua tahun tersebut saya juga mempersiapkan diri untuk kuliah ke Norwegia. Pencarian informasi secara menyeluruh mengenai universitas, jurusan, laboratorium, serta profesor di sana menjadi hal utama yang harus saya lakukan. Termasuk di dalamnya adalah mempersiapkan beasiswa yang ditawarkan pemerintah Norwegia bagi mahasiswa asing dengan memenuhi persyaratan seperti nilai International English Languange Testing System (IELTS), Indeks Prestasi Akademik, dan rencana studi.

Tiga tahun berikutnya, saya berangkat studi doktor ke Norwegia untuk mempelajari mineral lempung lebih jauh. Alasan memilih Norwegia adalah negara tersebut sangat ramah dan memberikan bantuan beasiswa terhadap mahasiswa asing hingga berakhirnya studi. Norwegia juga adalah negara dengan kualitas pendidikan terbaik bersama Denmark, Swedia, Finlandia, dan negara Skandinavia lainnya. Selain itu, Norwegia dikenal dengan kondisi pesisir terumit di dunia, tetapi hal tersebut tidak menghalangi negara tersebut dalam merekayasa infrastruktur secara baik. Termasuk di dalam infrastruktur tersebut adalah membuat jalan-jalan dan terowongan yang menghubungkan pulau-pulau atau menembus batuan-batuan kompleks. Hal ini sesuai dengan fokus studi saya di bidang geologi teknik, terutama peran mineral lempung dalam konstruksi terowongan. Fasilitas riset di sana diketahui menyediakan alat-alat yang lengkap serta perangkat-perangkat canggih sehingga studi saya dapat didukung dengan baik. Setelah menyelesaikan studi doktor di Norwegia, satu tahun berselang saya pulang ke Indonesia dan mempersiapkan diri menjadi dosen di ITB. Di waktu yang bersamaan, saya juga berencana menggenapkan setengah agama dan memulai kehidupan berkeluarga.

Pada akhirnya selama tiga tahun terakhir dalam impian #10TahunLagi, saya memperkirakan sudah menjadi dosen tetap, juga berstatus sebagai pegawai negeri sipil di universitas. Pada tahun-tahun itu, saya secara rutin mengajar mahasiswa, melakukan riset-riset dan mempublikasikannya baik ke jurnal-jurnal nasional maupun internasional, terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur negara, serta menjadi salah satu tenaga ahli di bidang geologi teknik sekaligus mengaplikasikan keilmuan untuk kepentingan masyarakat luas.

Permasalahan ekonomi dalam semua perencanaan tersebut menjadi unsur penting yang dapat mempengaruhi impian saya #10TahunLagi. Terkait penghasilan yang saya dapat pada tahun-tahun saya sebagai asisten akademik dan laboratorium serta penghasilan lain yang diperoleh, saya akan melakukan simpanan di bank syariah. Pemilihan bank syariah karena aman dari potensi riba. Syariat agama menerangkan bahwa harta seorang muslim jangan sampai ditimbun, harus ada proses tumbuh dan berkembang dalam harta tersebut. Oleh sebab itu, saya akan melakukan deposito yang merupakan salah satu instrumen investasi keuangan syariah. Dalam proses deposito ini, saya melakukan investasi kepada bank syariah. Selanjutnya, dana investasi tersebut dikelola dalam kegiatan usaha atau bentuk pemanfaatan lainnya menurut prinsip syariah. Saya akan mendapat bagi hasil keuntungan yang sudah ditetapkan dari awal investasi bersama pihak bank.

Pada akhirnya, dana yang saya simpan dan depositokan di bank syariah akan bermanfaat ketika saya menjalani proses menuju keberangkatan studi doktor ke luar negeri dan sebagian dana tersebut juga dapat diinvestasikan lagi untuk persiapan saya menjadi dosen di ITB. Jumlah yang didapat mungkin tidak terlalu besar dibandingkan dengan deposito konvensional karena keuntungan deposito syariah bersifat fluktuatif, tetapi hal terpenting adalah investasi halal yang menghindari riba.

Pada tahun-tahun awal impian #10TahunLagi, saya hanya merencanakan terlibat dalam investasi keuangan syariah deposito saja (sebagai tipe investor yang konservatif). Kemudian, setelah menjadi dosen pada masa-masa awal pengangkatan dengan penghasilan yang diperkirakan bertambah dari tahun-tahun sebelumnya, saya akan mulai menyasar investasi di pasar modal syariah seperti reksadana. Reksadana yang dipilih pun adalah reksadana syariah yang prinsip investasi dan unit penyertaannya tidak bertentangan dengan syariat agama dan tidak mengandung unsur riba. Sekali lagi, yang terpenting adalah kehalalan karena dengan itu apa yang saya lakukan memiliki nilai kebaikan. Melalui reksadana, saya berpeluang untuk memperoleh dana yang lebih besar. Hal ini terutama akan saya manfaatkan untuk mulai mengagas pendirian yayasan pendidikan di desa tempat saya lahir, Desa Ciasmara, Bogor.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s