Adu Siklus di Final Euro 2016

Seperti yang sudah diduga, final Euro 2016 memungkinkan sebuah pertarungan siklus sepak bola yang berkecamuk antara Prancis dengan Portugal (lihat di sini).

uefa-euro-2016-logo

Dan Jumat dini hari kemarin hal tersebut menjadi kenyataan. Skor identik menjadi pembeda pertandingan kedua semi final. Final ideal yang menjadi harapan banyak orang jelas tidak terjadi di gelaran kali ini. Para unggulan juara sudah saling menghabisi di awal semenjak babak knockout dimulai. Akhirnya Prancis menjadi tim unggulan yang mencapai partai puncak. Les bleus mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 tanpa balas, Jerman sebelumnya menang adu penalti atas Italia, di babak 16 besar Italia membungkam juara bertahan Euro 2012, Spanyol 2-0.

Senin dini hari besok, si Ayam Jantan akan menjamu Samba Eropa di kandang sendiri. Portugal versus Prancis di final Euro 2016 layak diberi judul “Adu Siklus”. Mari kawan, kita lihat apa yang menarik untuk laga final nanti.

Prancis memenangkan gelar juara Euro tahun 1984 saat menjadi tuan rumah, kemudian pada Euro 2000, mereka kembali menjadi juara setelah kemenangan dramatis pada babak perpanjangan waktu melawan Italia, sekaligus menyandingkan gelar dengan Piala Dunia 1998 (dua tahun sebelumnya) saat menjadi tuan rumah. Prancis saat menjadi tuan rumah adalah kekuatan sarat bukti yang menjadi jaminan  untuk menjadi juara pada turnamen besar.

Siklus 16 tahunan untuk Prancis tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan jika mereka bisa mengalahkan Portugal di partai final tanggal 11 Juli 2016.

Berbicara Portugal, mereka belum pernah juara Euro, tetapi prestasi di ajang ini terbilang mentereng. Mereka memiliki siklus menarik. Tahun 1996 adalah permulaan siklus, ketika itu tim berjuluk Seleccao das Quinas dikalahkan Republik Ceko 1-0 di babak perempat final. Empat tahun berselang, mereka bertemu sang juara dunia, Prancis di babak semi final dan kalah melalui skor 2-1. Tahun 2004, saat Portugal menjadi tuan rumah gelaran Euro, mereka mencapai prestasi tertinggi yaitu masuk final, tetapi naas karena harus kalah oleh Negeri Para Dewa, Yunani, yang saat itu sedang mengejutkan jagat sepak bola Eropa.

Kemudian siklus Portugal ini berulang dari awal. Dimulai pada Euro 2008, Cristiano Ronaldo dkk. dikalahkan Jerman pada babak perempat final melalui skor sengit 3-2, tahun 2012 mereka harus rela tidak masuk final setelah kalah adu penalti melawan Spanyol yang sedang berjaya melalui generasi emasnya. Dan pada tahun ini, siklus itu mencapai puncaknya, Portugal mengalahkan Wales 2-0 untuk melaju ke final Euro 2016. Siklus tahun 1996 – 2000 – 2004 (perempat final – semi final – final) berulang pada tahun 2008 – 2012 – 2016 (perempat final – semi final – final). Akankah juga di final Euro 2016 nanti, Portugal kalah sesuai siklus yang sudah-sudah?

Berbicara kualitas pemain, kedalaman skuat, dan rekor pertemuan, Portugal kalah dibandingkan Prancis. Mereka sudah bertemu Les Bleus di semi final Euro 1984 dan Portugal kalah melalui skor 3-2. Prancis yang saat itu menjadi tuan rumah berhasil menjuarai Euro usai mengalahkan Spanyol pada babak final dan Platini menjadi topscorer sekaligus pemain terbaik. Pada semi final Euro 2000, Portugal lagi-lagi kalah, kali ini dengan skor 2-1 oleh Prancis. Di partai puncak, Tim Ayam Jantan keluar sebagai juara setelah mengkandaskan Italia dan Zidane menjadi pemain terbaik saat itu.

Besar kemungkinan kali ini Prancis akan menjadi juara lagi karena faktor kuat yang telah sarat bukti jika Les Bleus menjadi tuan rumah. Meskipun ada satu siklus yang bisa menjadi kartu As bagi Portugal, yaitu siklus 12 tahunan juara baru Euro seperti yang ditorehkan Denmark tahun 1992, Yunani tahun 2004, dan tahun ini, 12 tahun berselang, Portugal berkesempatan meyakinkan pecinta sepak bola melalui siklus juara baru Euro.

Cristiano Ronaldo memang bintang bagi Portugal yang bisa jadi pembeda di final nanti, tetapi Antoine Griezmann sebagai pencetak gol terbanyak Euro 2016 dengan 6 gol berpotensi untuk mengikuti jejak pendahulunya, Zinedine Zidane dan Michel Platini, sebagai pemain terbaik yang membawa gelar juara bagi tuan rumah.

images

Sekali lagi, kemungkinan Prancis menjadi juara lebih besar dibandingkan Portugal dan kebanyakan pecinta sepak bola sepakat bahwa Seleccao das Quinas sebenarnya tidak tampil mengesankan di Euro 2016. Tetapi, bukan sepak bola namanya jika tidak memberikan kejutan. Siklus manakah yang terbukti benar di final Euro 2016?

  • Siklus 16 tahunan Prancis
  • Siklus 12 tahunan munculnya juara baru Euro
  • Siklus perempat final, semi final, final Portugal
  • Atau faktor keramat Prancis jika menjadi tuan rumah

 

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s