Anomali Euro 2016

Anomali selalu berarti sebuah keganjilan dalam suatu peristiwa yang hampir pasti. Suatu kejadian yang tidak berlaku semestinya. Anomali juga terjadi di Euro 2016. Sorotan terutama terpaku pada babak knockout hingga partai puncak. Banyak kemenangan yang tidak terduga seturut tim-tim unggulan macam Spanyol, Jerman, Prancis, dan tim langganan turnamen besar Italia harus saling menghabisi.

images

101greatgoals.com

Italia dan Spanyol adalah dua kekuatan sepak bola yang merajai dunia dengan generasi yang berbeda zaman. Spanyol gemilang di abad milenium, tetapi harus menerima kekandasan belakangan ini. Terbaru saat dikalahkan Italia 2-0 di babak perdelapan final Euro tahun ini. Italia dengan taktik yang diusung Antonio Conte mampu membungkam agresivitas dan penguasaan bola yang biasa ditunjukkan Spanyol. Italia telah membuktikan bahwa dengan semangat dan kesatuan tim mampu menjungkalkan beberapa unggulan Euro 2016, setelah sebelumnya di fase grup juga mengalahkan Belgia dengan skor identik 2-0. Hal ini merupakan kemenangan berarti bagi Italia atas Spanyol setelah di tahun 2008 dan 2012 dikalahkan Spanyol dalam perburuan gelar Euro. Yang menyakitkan tentu saat di final empat tahun silam, gelar Euro direngkuh Spanyol dengan membantai Italia 4-0.

images (1)

sidomi.com

Jerman dan Italia. Mereka bertemu lagi di perempat final Euro 2016. Faktanya Jerman belum bisa mengalahkan Italia di turnamen akbar. Sebut saja, di Piala Dunia 2006 saat Der Panzer kalah 2-0 di kandang sendiri meski jadi tuan rumah. Kemudian bertemu di Piala Eropa 2012, lagi-lagi Italia membungkam Jerman 2-1. Tetapi, di pertemuan terakhir pada perempat final Euro 2016, mereka menang melalui adu penalti yang sengit. Dua kiper hebat kedua tim menjadi antagonis. Jerman melenggang menantang unggulan lainnya, Prancis.

Berlanjut ke semi final, Prancis bertemu Jerman. Pertemuan terakhir kedua tim berkesudahan dengan kemenangan Jerman melalui gol Mats Hummel di Piala Dunia 2014. Nyatanya kedua tim jarang bertemu di turnamen akbar, lebih banyak pertandingan di laga persahabatan. Rekor pertemuan antara kedua timpun secara keseluruhan relatif berimbang. Prancis akhirnya melaju ke final usai menang 2-0 atas Jerman di semi final Euro 2016. Les Bleus menjamu tantangan Portugal.

images (2)

sidomi.com

Final was coming. Head to Head kedua tim menghidangkan dominasi Prancis atas Portugal. Seleccao das Quinas tidak pernah menang atas Prancis di turnamen akbar. Pada semi final Piala Eropa tahun 1984 dan 2000, Portugal kalah oleh Prancis dengan skor masing-masing 3-2 dan 2-1. Pun demikian dengan Piala Dunia 2006, lagi-lagi Prancis memuluskan diri menuju final setelah memulangkan Portugal lewat penalti Zidane. Tetapi, malam tadi nampaknya tidak ada yang mampu menghentikan Portugal. Bahkan Prancis yang sakti dan keramat ketika selalu menjadi juara saat menjadi tuan rumah, sekaligus ingin menggenapkan siklus 16 tahunan juara Euro, tak kuasa melakukan hal itu. Seakan semua keadaan bersepakat untuk memenangkan Portugal yang hanya berbekal tiga seri di fase grup, kemudian tak pernah menang dalam waktu normal kecuali saat mengalahkan Wales 2-0 di semi final. Final pun mereka menangkan melalui babak perpanjangan waktu. Cederanya Ronaldo yang harus ditarik keluar pada menit 25 nampaknya menjadi alasan yang emosional untuk menambah motivasi rekan-rekannya sekaligus mempertebal anomali kemenangan di sepanjang gelaran Euro 2016.

Ya, semua itu pada akhirnya semakin menyakralkan siklus 12 tahunan kemunculan juara baru Euro, setelah Denmark tahun 1992, Yunani tahun 2004, dan PORTUGAL JUARA EURO 2016. Fantastis!

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s