Seleksi Beasiswa Tanoto Foundation

Kali ini saya mau sharing pengalaman mengikuti seleksi BeasiswaTanoto Foundation yang berlangsung sepanjang Januari-Agustus 2016. Tanoto Foundation adalah yayasan filantropi yang memiliki kepedulian di bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan. Untuk kawan-kawan yang ingin mengikuti seleksi beasiswa dari Tanoto Foundation dapat mengikuti kabar terbarunya di situs http://www.tanotofoundation.org/id/. Pembukaan beasiswa dibuka tiap tahun pada akhir tahun hingga menjelang Maret tahun berikutnya. Seleksi administrasi biasanya diumumkan Bulan April, kemudian dilanjutkan seleksi psikotes dan Focus Group Discussion (FGD) Bulan April, dan dilanjutkan tahap akhir seleksi yaitu wawancara dengan pihak Tanoto Foundation pada Bulan Mei. Ketiga jenis seleksi itu saya lalui di kampus saya, Institut Teknologi Bandung. Dengan demikian, seleksi di kampus lain bisa jadi berbeda waktu pelaksanaannya. Tetapi, pendaftaran dan pengumuman penerima beassiswa biasanya serentak pada Bulan Juli atau Agustus. Pada pengumuman penerima beasiswa, saya sendiri tidak diterima.

Berbicara mengenai besaran beasiswa yang diberikan termasuk besar, yaitu mencakup biaya perkuliahan dan biaya hidup hingga selesai masa studi normal.  Berikut saya sharing seleksi penerimaan beasiswa Tanoto Foundation pada waktu-waktu kemarin dengan status pendaftar sebagai mahasiswa S2. Seleksi untuk mahasiswa S1 memiliki persyaratan yang sedikit berbeda, semua infonya bisa dicek di situs Tanoto Founfation.

A. Seleksi Administrasi

Saya terbilang telat untuk melakukan pendaftaran beasiswa Tanoto Foundation. Penutupan pendaftaran waktu itu akhir Bulan Februari 2016, sedangkan saya baru mendaftar tanggal 9 Maret 2016 karena sedang di lapangan untuk kunjungan lapangan sebuah proyek dari laboratorium. Saya juga tidak sempat memenuhi upload berkas-berkas penting seperti transkrip akademik, surat rekomendasi, surat keterangan bekerja minimal 2 tahun, dan esai. Tetapi saya berhasil lolos untuk mengikuti Seleksi Psikotes dan FGD.

B. Seleksi Psikotes dan FGD

Pada tahap ini, saya memenuhi undangan dari Tanoto Foundation karena berhasil lolos administrasi, meskipun banyak berkas online yang belum saya penuhi. Pada hari H harus membawa berkas-berkas yang seharusnya diupload di website pendaftaran. Maka dari itu, beberapa hari sebelum seleksi tahap ini, saya menyiapkan semua berkasnya, termasuk surat keterangan bekerja minimal 2 tahun. Di sini, meskipun saya tidak memiliki pengalaman bekerja secara resmi selama 2 tahun, saya tetap membawa surat keterangan dari laboratorium bahwa pernah terlibat dalam beberapa proyek di lapangan. Jadi, bagi kawan-kawan jangan minder atau tidak jadi mengapply beasiswa karena tidak punya pengalaman bekerja selama 2 tahun. Saya dan bahkan teman saya yang pada akhirnya lolos sebagai penerima beasiswa ini pun hanya berbekal surat keterangan dari laboratorium saja. Atau kawan-kawan bisa coba pakai surat keterangan sejenis. Intinya, selama kawan-kawan memiliki keinginan apapun silakan dicoba dulu karena dengan mencoba kita melakukan sesuatu. 

Pada tahap seleksi psikotes, saya berada di Ruangan Alumni Sipil untuk mengerjakan soal-soal psikotes berupa verbal, numerik, beberapa kuisioner, tes menggambar, dan tes koran. Kemudian diakhiri dengan diskusi kelompok dengan kasus benda-benda yang penting untuk dibawa saat kondisi kapal tenggelam. Saya melewati seleksi ini dengan cukup optimis untuk lolos tahap wawancara.

Tips dalam seleksi psikotes ini cukup sederhana. Kawan-kawan istirahat yang cukup pada malam hari sebelumnya dan datang beberapa menit sebelum tes berlangsung untuk menyesuaikan keadaan. Khusus untuk diskusi kelompok atau FGD, usahakan untuk mengemukakan pendapat dengan alasan yang bagus, sistematis, dan mudah diterima oleh orang lain.

C. Tahap Wawancara

Tahap wawancara menurut saya adalah penentu segalanya. Saya ingat, mahasiswa S2 ITB yang mendaftar beasiswa Tanoto Foundation ini berjumlah mencapai 300 dan yang diterima pada penerimaan akhir hanya 4 mahasiswa S2 saja. Jadi, wawancara sangat penting sekali untuk diperhatikan.

Saya diwawancara oleh dua orang dari pihak Tanoto Foundation dan mitra kerjasamanya. Pertanyaan yang ditanyakan adalah mengapa mendaftar beasiswa ini, kenapa memilih jurusan geologi, apa rencana setelah lulus S2, apa isu terkini yang sedang berkembang di Indonesia, ceritakan tentang kejadian Lumpur Lapindo (ini seusai jurusan), dan terakhir ditanya mengenai apa yang bisa membuat kami (Tanoto Foundation) bisa menerima Anda sebagai penerima beasiswa.

Tips dalam seleksi wawancara ini adalah jujur dalam setiap jawaban. Saya sendiri merasa sudah melakukan itu, tetapi kemampuan untuk menyampaikan jawaban dengan komunikatif mungkin menjadi kendala. Kawan-kawan juga tidak perlu terlalu gugup (ini merupakan kelemahan saya setiap mengikuti wawancara), anggap saja sedang berdiskusi sehingga suasana yang muncul bukan suasana menegangkan seperti pada kasus peradilan atau pengadilan. Yang terpenting juga adalah kawan-kawan memiliki alasan yang jelas dan kuat mengenai rencana studi dan keinginan mendapatkan beasiswa Tanoto Foundation.

Demikian, ada satu pepatah yang mengatakan:

“Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita”.

Saya termasuk yang merasa kecewa pada diri sendiri karena tidak lolos beasiswa ini, alhamdulillah beberapa pekan setelahnya, saya diterima beasiswa lain dari ITB.

Bandung, 4 September 2016

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s