REVIEW Australian Standard AS 1726 – 1993 Geotechnical Site Investigations

Australian Standard AS 1726 – 1993 Geotechnical Site Investigations dibuat oleh panitia CE/15 yang dipublikasikan oleh Standards Association of Australia pada tanggal 13 April 1993. Standar ini memiliki jumlah 40 halaman dengan konten berupa scope, aplikasi, dokumen referensi dan yang berkaitan, definisi, perencanaan dan desain dari suatu investigasi geoteknik, metode investigasi, pelaporan, dan review konstruksi serta monitoring pelaksanaan. Kemudian juga terdapat lampiran yang berisi penjelasan deskripsi dan klasifikasi tanah dan batuan untuk tujuan geoteknik, metode uji lapangan, pengujian laboratorium, rangkuman proyek tipikal untuk sebuah investigasi geoteknik, dan komen.

Standar ini dibuat sebagai sebuah pendahuluan (preliminary) untuk konstruksi bangunan dan rekayasa sipil. Prinsip yang digunakan dalam standar ini bertujuan untuk menetapkan secara singkat pertimbangan-pertimbangan yang mempengaruhi desain dan konstruksi kerja yang harus dibuat dalam investigasi geoteknik. Berkaitan dengan hal itu, dalam standar ini akan memunculkan identifikasi lapangan dan kerja laboratorium yang harus diimplementasikan untuk menyediakan data geoteknik yang disyaratkan untuk memfasilitasi desain rekayasa dan konstruksi dari suatu pekerjaan. Beberapa metode yang cocok untuk pengumpulan data dan pengujian material geoteknik dan sistem klasifikasi material ditampilkan pada bagian lampiran.

Beberapa dokumen referensi dan terkait yang digunakan untuk standar ini adalah AS 1289 Methods Of Testing Soils For Engineering Purposes, Australasian Institute of Mining and Metallurgy, Monograph Series No. 9 – Field Geologists (1989), Institution of Engineers, Australia Guidelines for The Provision of Geotechnical Information in Construction Contracts (1987), dan ISRM Commission on Standardization of Laboratory and Field Tests, Suggested Methods for The Quantitative Description of Discontinuities in Rock Masses (1978).

Dalam standar ini, definisi dari geotechnical site investigations adalah proses menilai karakter geoteknik dari suatu lokasi dalam konteks kerja yang ada atau yang diusulkan atau kegunaan lahan. Investigasi tersebut mencakup hal-hal berikut:

  • Evaluasi geologi dan hidrogeologi suatu lokasi.
  • Pemeriksaan informasi geoteknik yang ada yang berdekatan dengan lokasi.
  • Penggalian atau pengeboran tanah atau batuan.
  • Penilaian insitu dari properti geoteknik material.
  • Pengambilan sampel tanah atau batuan untuk pemeriksaan, identifikasi, perekaman, pengujian atau tampilan.
  • Pengujian sampel tanah atau batuan untuk menghitung properti yang berhubungan dengan tujuan investigasi.
  • Pelaporan hasil

Dalam standar ini, deskripsi tanah dijelaskan secara rinci terkait klasifikasi, tekstur, kondisi, dan komposisinya begitu juga dengan batuan. Selain daripada hal itu, dalam batuan istilah yang digunakan dalam deskripsi massa batuan untuk diskontinuitas adalah defect, tetapi propertinya sama yaitu orientasi, spasi, kekasaran, waviness, dan kontinuitas (persistence?). Dalam infilling suatu diskontinuitas atau dalam standar ini digunakan istilah defects, mungkin dapat ditambahkan jenisnya selain clean, stain, veneer, dan coating, yaitu calcite filling, inactive clay mineral, dan swelling clay. Kemudian, klasifikasi pelapukan batuan yang digunakan dalam standar ini menunjukkan 5 tingkat pelapukan, yaitu fresh rock, slightly weathered rock, distinctly weathered rock, extremely weathered rock, dan residual soil. Dalam klasifikasi batuan yang lain, dikenal adanya highly and moderately weathered rock. Maksud distinctly weathered rock bisa saja diperinci menjadi tingkat pelapukan highly and moderately weathered rock.

Sementara itu, berkaitan dengan metode pengujian lapangan, standar ini hanya memberikan penjelasan yang bersifat informatif tanpa rincian prosedur pelaksanaannya. Secara umum informasi yang ditampilkan berupa list-list metode yang ada sifatnya lengkap dan memang diperlukan dalam suatu investigasi geologi teknik.

Untuk analisis potensi bahaya, standar ini secara langsung menyatakan klasifikasi potensi bahayanya yang harus dimasukkan dalam suatu pelaporan, tetapi tidak  menjabarkan jenis-jenis atau macam-macam bahaya yang ada pada suatu lokasi. Seperti halnya untuk kasus gempa perlu dipertimbangkan nilai Peak Ground Acceleration sebagai analaisis dinamis terhadap suatu infrastruktur atau kerja sipil yang ada atau yang diusulkan.

Secara umum, dalam AS 1726 – 1993 Geotechnical Site Investigations ini, penjelasan mengenai uji lapangan dan laboratorium serta pemetaan geologi tidak dijelaskan secara detil sehingga perlu diperbarui ke depannya apakah memakai standar yang berlaku pada standar internasional yang lain atau memang disitir secara umum saja. Selain itu, standar ini terakhir dipublikasi pada tahun 1993 dan membutuhkan publikasi dari standar yang telah diperbarui.

 

Referensi:

Standards Australia Committee, 1993, AS 1726 – 1993 Geotechnical Site Investigations, Standards Australia, Homebush, NSW.

 

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s